Transaksi Komoditi Syariah Tumbuh 66 Persen di 2024, Tembus Rp2,01 Triliun
Hefriday | 8 Januari 2025, 12:43 WIB

AKURAT.CO Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp2,01 triliun, meningkat 66% dibandingkan tahun 2023 yang hanya mencatatkan Rp1,2 triliun.
“Pertumbuhan transaksi ini mencerminkan tingginya minat industri perbankan terhadap produk komoditi syariah. Ini juga menjadi bukti bahwa pasar merespons positif keberadaan transaksi syariah di Indonesia,” ujar Direktur Utama ICDX Fajar Wibhiyadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Dari total nilai transaksi tersebut, Subrogasi Syariah mendominasi dengan kontribusi sebesar 81,1% atau Rp1,63 triliun. Sementara itu, transaksi Sertifikat Perdagangan Komoditi Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiKA) menyumbang 18,9% atau Rp380 miliar.
Beberapa bank syariah yang aktif memanfaatkan skema ini antara lain Unit Usaha Syariah PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, dan PT Bank Muamalat Indonesia.
Peningkatan transaksi ini dinilai menjadi indikasi berkembangnya ekonomi syariah di Tanah Air. Sejak transaksi perdana pada tahun 2022 hingga akhir 2024, akumulasi nilai transaksi komoditi syariah mencapai Rp4 triliun. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang semakin besar dari pelaku industri terhadap instrumen keuangan syariah.
Fajar menegaskan bahwa ICDX akan terus meningkatkan literasi dan edukasi terkait transaksi komoditi syariah pada tahun 2025. “Kami optimis nilai transaksi di tahun depan mampu menembus Rp4 triliun. Potensi ekonomi syariah yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global, menjadi landasan utama optimisme kami,” katanya.
Pengamat Ekonomi Syariah dari Universitas Islam Nusantara Bandung, Yoyok Prasetyo, turut menyambut baik perkembangan ini. Menurutnya, pertumbuhan transaksi komoditi syariah menjadi bukti bahwa Indonesia semakin dekat untuk menjadi kiblat ekonomi syariah dunia.
“Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi besar untuk memimpin ekonomi syariah global. Namun, ini memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk inovasi dari sektor perbankan untuk memanfaatkan peluang transaksi syariah secara maksimal,” ujar Yoyok.
Selain itu, Yoyok menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat tentang manfaat ekonomi syariah. Ia juga mengapresiasi langkah ICDX yang aktif melakukan edukasi dan literasi. Menurutnya, keberlanjutan program ini dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk berbasis syariah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










