Kebijakan Pertama Menkeu AS, Dollar Kuat Perang Dagang Berjalan
Ainur Rahman | 7 Februari 2025, 20:00 WIB

AKURAT.CO Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan Presiden Donald Trump, Menteri Keuangan, AS Scott Bessent menegaskan bahwa kebijakan dolar kuat akan tetap dipertahankan.
Bessent menegaskan bahwa kebijakan ini penting untuk menjaga daya saing ekonomi AS.
Selain itu, ia juga mengomentari kebijakan perdagangan Trump yang semakin agresif, termasuk pengenaan tarif baru terhadap China serta ancaman tarif bagi Meksiko dan Kanada.
Menurut Bessent, kebijakan ini bukanlah bentuk proteksionisme, melainkan cara untuk menciptakan perdagangan yang lebih adil.
"Kami tidak ingin negara lain bermain curang dengan melemahkan mata uang mereka atau memanipulasi perdagangan," ujar Bessent mengutip dari Bloomberg.
Salah satu negara yang disorot adalah China, yang selama ini dinilai memiliki surplus perdagangan besar dengan AS.
Trump sendiri berulang kali menyatakan bahwa neraca perdagangan yang timpang perlu diperbaiki, dan tarif impor dianggap sebagai solusi.
Namun, kebijakan ini menuai kritik. Banyak pihak khawatir bahwa tarif impor justru bisa memicu inflasi di dalam negeri.
Ketika ditanya soal hal ini, Bessent menepis kekhawatiran tersebut. "Mungkin ada sedikit kenaikan harga, tapi ini hanya penyesuaian kecil dan sekali saja," katanya.
Selain kebijakan perdagangan, Bessent juga membahas hubungan pemerintah dengan Federal Reserve (The Fed).
Meskipun Trump sebelumnya sering mengkritik bank sentral AS, Bessent menegaskan bahwa ia tidak akan ikut campur dalam kebijakan moneter.
"Saya tidak akan berkomentar soal kebijakan suku bunga. Powell akan mengambil keputusan terbaiknya, dan saya yakin tidak akan ada kritik dari kami," ujarnya, merujuk pada Gubernur The Fed, Jerome Powell.
Sebagai gantinya, pemerintahan Trump kini lebih fokus pada penurunan suku bunga jangka panjang guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dengan kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor utama dalam menentukan arah ekonomi AS ke depan.
Meski menghadapi banyak tantangan, Bessent tetap optimistis bahwa reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintahan Trump akan membawa dampak positif bagi perekonomian AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






