APBN dan Bansos Jadi Perisai Stabilitas Ekonomi Kuartal II-2025

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan peran strategis Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta bantuan sosial (bansos) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai kombinasi instrumen fiskal dan perlindungan sosial menjadi kunci bertahannya ekonomi Indonesia sepanjang kuartal II-2025.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, APBN terus menjalankan peran countercyclical untuk menjaga permintaan domestik, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendorong aktivitas dunia usaha.
Baca Juga: Komisi XI Apresiasi Capaian WTP Kemenkeu, Wajib Tindaklanjuti Semua Masukan BPK
“APBN menjadi bantalan ekonomi nasional, terutama dalam menahan dampak dari ketegangan global dan perlambatan ekonomi mitra dagang utama,” kata Sri Mulyani, Senin (28/7/2025), usai pertemuan berkala KSSK.
Ketegangan global yang dimaksud antara lain meliputi kebijakan tarif dagang Amerika Serikat, perlambatan ekspor China, serta konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut menekan harga komoditas energi.
Meski Bank Dunia dan OECD memangkas proyeksi pertumbuhan global ke angka 2,9%,lanjut Srimul, KSSK tetap optimistis Indonesia mampu menjaga momentum pertumbuhan di atas 5 persen pada kuartal II.
"Konsumsi rumah tangga tetap positif dan menjadi tulang punggung pertumbuhan," tegasnya.
Di sisi lain, bansos juga memainkan peran penting untuk melindungi masyarakat rentan dari gejolak harga dan pelemahan daya beli.
Pemerintah memperkuat penyaluran bantuan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk menghindari kebocoran dan mempercepat distribusi.
Baca Juga: KSSK: Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
“Kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan terus disinergikan untuk menghadapi risiko global dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Sri Mulyani.
KSSK menegaskan bahwa Indonesia akan terus memanfaatkan instrumen kebijakan yang ada guna menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh terhadap risiko eksternal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









