Purbaya Hitung Ulang Wacana Turunkan PPN, Tak Mau Korbankan Penerimaan

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kehati-hatiannya dalam mengeksekusi rencana penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Meski sempat mempertimbangkan penurunan ke level 8%, Purbaya menilai langkah tersebut berisiko tinggi terhadap penerimaan negara.
“Setiap 1 persen penurunan PPN, negara bisa kehilangan Rp70 triliun,” ujar Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Sebelum Ekonomi Tumbuh di Atas 6 Persen
Ia menegaskan, saat ini fokus pemerintah adalah memperkuat sistem penerimaan pajak dan bea cukai. Evaluasi terhadap potensi penyesuaian tarif akan dilakukan setelah terlihat hasil perbaikan sistem, setidaknya hingga triwulan II-2026.
“Mungkin akhir triwulan pertama sudah kelihatan, nanti bisa dihitung seberapa riil potensi penerimaan kita,” jelasnya.
Purbaya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan fiskal dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, penurunan tarif pajak harus dihitung matang agar tidak menimbulkan lonjakan defisit.
Baca Juga: Di Depan Misbakhun, Menkeu Purbaya Optimis Dorong Belanja Negara Lebih Ngebut
“Kalau jeblok, defisit bisa di atas 3 persen. Jadi harus hati-hati,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









