Akurat
Pemprov Sumsel

QRIS Tap Tumbuh Pesat, BI Catat 508 Ribu Transaksi hingga Desember 2025

Hefriday | 18 Desember 2025, 13:30 WIB
QRIS Tap Tumbuh Pesat, BI Catat 508 Ribu Transaksi hingga Desember 2025

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan signifikan pada transaksi QRIS tanpa pindai atau QRIS Tap. Sejak fitur tap in dan tap out dirilis pada Oktober lalu, transaksi QRIS Tap melonjak hingga 1.200% secara bulanan (month-to-month/mtm), menandai akselerasi kuat adopsi pembayaran digital berbasis teknologi near field communication (NFC).

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta mengatakan, hingga kini jumlah transaksi QRIS Tap telah mencapai 508 ribu transaksi.

Lonjakan tersebut mencerminkan respons positif masyarakat terhadap kemudahan transaksi nirsentuh yang ditawarkan sistem pembayaran nasional tersebut.

Baca Juga: BI Perpanjang Relaksasi Kartu Kredit dan Tarif SKNBI hingga Juni 2026

Filianingsih menyampaikan hal itu dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Desember 2025 di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Menurut dia, kinerja QRIS Tap menunjukkan potensi besar dalam mendukung efisiensi dan inklusi sistem pembayaran di Indonesia.

Saat ini, implementasi QRIS Tap telah dilakukan di sektor transportasi pada 14 provinsi. Wilayah tersebut meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Bali.

Penerapan di sektor transportasi dinilai menjadi katalis penting pertumbuhan transaksi, mengingat tingginya frekuensi dan kebutuhan pembayaran cepat dalam aktivitas mobilitas masyarakat sehari-hari. BI melihat sektor ini sebagai pintu masuk perluasan QRIS Tap ke layanan publik lainnya.

Namun demikian, pemanfaatan QRIS Tap saat ini masih terbatas pada gawai berbasis sistem operasi Android. BI mengakui adanya tantangan teknis terkait akses teknologi NFC pada perangkat iOS.

BI juga berkomitmen mendorong agar fitur NFC pada perangkat iOS dapat dibuka sehingga QRIS Tap bisa digunakan secara lebih luas.

Baca Juga: BI Proyeksikan Transaksi Pembayaran Digital Tumbuh 29,7% di 2026

“Kami akan terus mendorong supaya iOS, Apple, juga bisa membuka NFC-nya sehingga smartphone iOS juga bisa menggunakan fitur QRIS Tap,” ujar Filianingsih.

Secara keseluruhan, kinerja QRIS menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. BI mencatat volume transaksi QRIS tumbuh 143,64% secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh peningkatan jumlah pengguna dan perluasan merchant di berbagai sektor.

Hingga akhir 2025, jumlah merchant QRIS telah mencapai 42 juta, melampaui target awal BI sebesar 40 juta merchant. Dari total tersebut, sekitar 90% merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

BI menilai penetrasi QRIS di kalangan UMKM tidak hanya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga meningkatkan efisiensi transaksi dan pencatatan usaha. Hal ini diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi digital.

Memasuki 2026, BI berencana mengusung konsep “kemerdekaan” dalam pengembangan QRIS. Konsep ini diarahkan untuk memperluas adopsi dan memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional yang mandiri dan berdaya saing global.

Dalam target tersebut, BI membidik transaksi QRIS mencapai 17 miliar, dengan perluasan penggunaan QRIS lintas negara ke delapan negara.

Selain itu, jumlah merchant ditargetkan meningkat menjadi 45 juta, dengan total pengguna mencapai 60 juta.

Sejalan dengan itu, BI memproyeksikan transaksi pembayaran digital pada 2026 tumbuh 29,7% secara tahunan.

Pertumbuhan ini akan ditopang oleh perluasan QRIS, inovasi teknologi berkelanjutan, penguatan aspek keamanan sistem, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap pembayaran digital.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi