Akurat
Pemprov Sumsel

Nama Wamenkeu Belum Final, Menkeu Purbaya: Tunggu Pernyataan Presiden

Demi Ermansyah | 29 Januari 2026, 07:30 WIB
Nama Wamenkeu Belum Final, Menkeu Purbaya: Tunggu Pernyataan Presiden

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penunjukan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) hingga kini masih bersifat dinamis dan belum ada keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.

Purbaya menyampaikan hal itu usai menghadiri pelantikan anggota Dewan Energi Nasional di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ia mengaku belum menerima permintaan resmi dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk memberikan asesmen terhadap calon Wamenkeu, termasuk terkait nama Juda Agung yang disebut-sebut sebagai kandidat utama.

Baca Juga: Menkeu Tunda PPh 22 Pedagang Online, Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen

“Belum ada permintaan dari Mensesneg untuk saya memberi asesmen ke Pak Juda Agung atau calon Wamenkeu. Tapi katanya sih masih fluid ya. Saya belum boleh bilang Juda Agung calon Wamenkeu, katanya tunggu pernyataan Bapak Presiden,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, berdasarkan informasi yang ia terima, kandidat yang dibahas saat ini hanya satu orang. Namun, ia menekankan bahwa dinamika politik memungkinkan terjadinya perubahan sewaktu-waktu.

“Sepengetahuan yang saya dengar satu, tapi biasa kalau politik kan suka berubah-ubah,” jelasnya.

Purbaya juga membenarkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan Juda Agung di kantornya pada pekan lalu. Meski begitu, ia menegaskan pertemuan tersebut bukan dalam rangka pembahasan jabatan, melainkan diskusi kebijakan ekonomi.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimis BI Mampu Kendalikan Rupiah di 2026

Terkait jadwal pelantikan Wamenkeu, Purbaya mengaku belum mengetahui secara pasti. Ia menegaskan bahwa proses tersebut sepenuhnya menjadi hak prerogatif Presiden.

“Pelantikan itu hak prerogatif Presiden,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.