Akurat
Pemprov Sumsel

ICE Investasi di OKX, Jembatani Pasar Keuangan Tradisional dan Aset Digital

Saeful Anwar | 8 Maret 2026, 15:43 WIB
ICE Investasi di OKX, Jembatani Pasar Keuangan Tradisional dan Aset Digital
Ilustrasi aset kripto.

AKURAT.CO Perusahaan infrastruktur keuangan global Intercontinental Exchange (ICE) resmi menanamkan investasi strategis di platform kripto OKX.

Langkah ini mendorong valuasi OKX hingga sekitar 25 miliar dolar AS sekaligus memperkuat integrasi antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem aset digital.

ICE sendiri dikenal sebagai operator New York Stock Exchange (NYSE), salah satu bursa saham terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Dalam kerja sama ini, ICE juga akan menempatkan perwakilannya di jajaran dewan direksi OKX.

Kemitraan tersebut dipandang sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan konvensional terhadap industri aset digital.

Kolaborasi ini diharapkan membuka fase baru bagi pengguna OKX dalam hal transparansi, kepercayaan, serta akses terhadap berbagai produk keuangan global.

Pendiri sekaligus CEO OKX, Star Xu, mengatakan kerja sama ini mempertemukan dua infrastruktur perdagangan dengan teknologi pencocokan transaksi berkecepatan tinggi serta sistem buku order yang transparan.

Menurutnya, integrasi tersebut dapat memperkuat struktur pasar sekaligus menjembatani perdagangan aset digital dengan ekuitas konvensional.

Sementara itu, Ketua dan CEO ICE, Jeffrey C. Sprecher, menilai kemitraan ini akan memperluas akses investor global terhadap pasar yang dikelola ICE.

Baca Juga: PIK 2 Perkuat Sanitasi Pesisir Tangerang, Desa Kampung Besar Deklarasikan ODF

“Hubungan strategis kami dengan OKX akan memperluas akses ritel global ke pasar teregulasi ICE sekaligus mempercepat pengembangan infrastruktur on-chain dan aset yang ditokenisasi,” ujar Sprecher.

Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengembangkan sejumlah inisiatif strategis.

Salah satunya adalah rencana menghadirkan saham Amerika Serikat yang ditokenisasi di platform OKX, termasuk derivatif yang tercatat di NYSE. Produk tersebut ditargetkan mulai diluncurkan pada paruh kedua 2026.

Selain itu, ICE juga akan melisensikan harga spot kripto dari OKX untuk mendukung pengembangan produk futures kripto baru.

Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam pengembangan sistem kliring dan manajemen risiko yang ditujukan bagi investor institusional.

Kolaborasi ini turut mencakup pengembangan infrastruktur kustodian multi-chain serta sistem dompet digital generasi baru guna menciptakan ekosistem aset digital yang lebih aman dan efisien.

Sejalan dengan investasi tersebut, NYSE juga tengah mengembangkan platform sekuritas bertokenisasi yang memungkinkan saham dan ETF berbasis Amerika Serikat diperdagangkan melalui teknologi blockchain.

Platform ini dirancang menghadirkan sejumlah inovasi bagi investor, seperti perdagangan saham selama 24 jam, kepemilikan saham secara fraksional, serta penyelesaian transaksi instan melalui sistem on-chain.

Investor juga akan memiliki opsi pendanaan berbasis stablecoin yang memungkinkan transaksi tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional.

ICE sebelumnya juga telah menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem blockchain.

Pada awal 2026, perusahaan ini mengumumkan rencana pembangunan infrastruktur perdagangan berbasis blockchain untuk sekuritas bertokenisasi.

Langkah tersebut melengkapi strategi investasi ICE di sektor teknologi keuangan. Pada November 2025, perusahaan ini juga menanamkan dana sekitar 2 miliar dolar AS ke platform pasar prediksi Polymarket.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Scorpio 8 Maret 2026: Waktunya Jaga Emosi, Perhatikan Cinta dan Karier

Dengan serangkaian langkah tersebut, ICE menegaskan ambisinya untuk menjadi salah satu pemain utama dalam ekosistem pasar keuangan berbasis teknologi blockchain di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.