Purbaya Lantik Robert Marbun jadi Sekjen Kemenkeu

AKURAT.CO Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat (27/3/2026).
Pergantian ini menggantikan pejabat sebelumnya, Heru Pambudi, di tengah dinamika pengelolaan fiskal dan reformasi birokrasi yang terus menjadi sorotan publik.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis, mengingat posisi Sekjen Kemenkeu memiliki peran sentral dalam koordinasi internal, tata kelola anggaran, serta penguatan efisiensi birokrasi.
Dengan latar belakang pengalaman panjang di bidang kepabeanan, fiskal, dan hubungan kelembagaan, Robert diharapkan mampu memperkuat kinerja institusi dalam menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik.
Baca Juga: Kemenkeu: Pajak Februari Tembus Rp245 Triliun
Dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Kompleks Kementerian Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kepercayaan penuh kepada pejabat yang baru dilantik.
“Dengan ini resmi melantik saudara dengan jabatan baru. Saya percaya saudara akan menjabat sebaik-baiknya,” ujar Purbaya.
Usai pelantikan, Robert Leonard Marbun mengucapkan sumpah jabatan sebagai bentuk komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab barunya.
“Saya berjanji bahwa saya akan setia dan taat kepada UUD NKRI 1945 serta akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi pengabdian saya kepada bangsa dan negara,” kata Robert saat membacakan sumpah jabatan.
Dengan pengucapan sumpah tersebut, Robert resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan efektif per 27 Maret 2026.
Posisi Sekretaris Jenderal di Kemenkeu bukan sekadar administratif, melainkan menjadi tulang punggung operasional kementerian. Sekjen berperan dalam memastikan koordinasi lintas unit berjalan efektif, termasuk dalam pengelolaan anggaran negara, reformasi birokrasi, serta implementasi kebijakan fiskal.
Baca Juga: Gandeng Kemenkeu, BGN Perkuat Tata Kelola Anggaran Gizi Nasional Lewat E-Learning dan Aplikasi SPPG
Di tengah tekanan global seperti volatilitas ekonomi, fluktuasi harga komoditas, hingga tantangan penerimaan negara, peran Sekjen menjadi semakin krusial. Penunjukan Robert Leonard Marbun dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas internal sekaligus mendorong transformasi kelembagaan yang lebih adaptif.
Rekam Jejak dan Latar Belakang Pendidikan Robert Leonard Marbun
Robert Leonard Marbun memiliki rekam jejak panjang di lingkungan Kementerian Keuangan dengan spesialisasi di bidang kepabeanan dan kebijakan fiskal internasional.
Dirinya lahir di Medan pada 23 Juni 1970 dan mengawali pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran, Bandung, dengan gelar Sarjana Hubungan Internasional. Karier akademiknya kemudian berlanjut ke Jepang, dengan meraih gelar Master of Policy Analysis (MPA) dari Saitama University pada 2000.
Tak berhenti di situ, Robert juga menyelesaikan program Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Ekonomi dari Kobe University pada 2004, yang memperkuat basis analisis kebijakan fiskalnya.
Dari Bea Cukai hingga Staf Ahli Strategis
Karier birokrasi Robert Leonard Marbun dimulai dari berbagai posisi strategis di Kementerian Keuangan. Pada Juni 2011, ia menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai.
Setahun kemudian, pada Oktober 2012, Robert dipercaya sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi. Kariernya terus menanjak dengan penunjukan sebagai Direktur Kepabeanan Internasional pada April 2015.
Pada April 2016, ia mengemban tanggung jawab yang lebih luas sebagai Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada 17 Juli 2018.
Selain itu, Robert juga pernah menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang memperkaya perspektifnya dalam koordinasi lintas institusi dan investasi.
Penunjukan Sekjen baru ini terjadi di tengah sejumlah isu strategis di Kemenkeu, mulai dari optimalisasi penerimaan negara, efisiensi belanja, hingga percepatan reformasi birokrasi berbasis digital.
Dalam konteks tersebut, pengalaman lintas sektor yang dimiliki Robert Leonard Marbun menjadi modal penting untuk menjawab tantangan tersebut. Koordinasi internal yang solid serta kemampuan merumuskan kebijakan berbasis data menjadi kunci dalam menjaga kredibilitas fiskal Indonesia.
Selain itu, publik juga menaruh perhatian pada bagaimana Kemenkeu mempercepat reformasi struktural, termasuk dalam transparansi anggaran dan peningkatan layanan publik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










