IHSG Berpeluang Lanjut Menguat, Uji Level Psikologis 7.500

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin (13/4/2026), setelah ditutup naik signifikan 2,07% ke level 7.458,4 pada Jumat (10/4/2026).
Kenaikan ini didorong kombinasi sentimen global terkait harapan meredanya konflik Amerika Serikat–Iran serta momentum pembagian dividen emiten.
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menyebutkan secara teknikal tren penguatan masih terbuka.
Baca Juga: IHSG Naik 6,14 Persen Selama Sepekan
“Secara teknikal, beberapa indikator mengindikasikan penguatan IHSG berpeluang berlanjut. Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 7.500–7.550,” tulis Phintraco dalam riset harian, Jumat (10/4/2026).
Di sisi lain, nilai tukar rupiah justru bergerak melemah. Rupiah ditutup turun 0,08% ke level Rp17.104 per USD pada akhir pekan lalu, mencerminkan tekanan eksternal yang masih kuat.
Dari dalam negeri, sejumlah indikator menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat.
Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat turun ke level 122,9 pada Maret 2026 dari 125,2 pada Februari 2026. Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas ekspektasi pasar di level 120.
Penurunan ini menjadi yang terendah sejak Oktober 2025, dipicu oleh pelemahan mayoritas sub-indeks, termasuk persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ke depan.
Selain itu, penjualan mobil nasional mengalami kontraksi signifikan. Data menunjukkan penjualan mobil turun 13,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Maret 2026, berbalik arah dari pertumbuhan 12,2% YoY pada Februari 2026. Hal ini mengindikasikan perlambatan konsumsi barang tahan lama (durable goods).
Pasar kini menanti rilis data penjualan ritel Februari 2026 yang diperkirakan masih tumbuh 5,9% YoY, sebagai indikator lanjutan kekuatan konsumsi domestik.
Baca Juga: Kenapa IHSG Hari Ini Naik? Ini 4 Penyebab Utama dan Prediksi Terbarunya
Dari eksternal, pergerakan pasar dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat, meskipun investor masih mencermati negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai rapuh.
Ketegangan meningkat seiring masih ditutupnya Selat Hormuz jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global. Kondisi ini berpotensi memicu volatilitas harga energi dan berdampak pada inflasi global.
Di sisi lain, indeks futures Wall Street cenderung melemah menjelang hasil negosiasi yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan. Pelaku pasar global cenderung mengambil posisi wait and see terhadap perkembangan tersebut.
Kombinasi sentimen global dan domestik menciptakan dinamika tersendiri di pasar saham Indonesia. Penguatan IHSG di tengah pelemahan rupiah menunjukkan adanya aliran dana yang selektif, terutama ke saham-saham berkapitalisasi besar dan berfundamental kuat.
Momentum musim dividen juga menjadi katalis tambahan, di mana investor memburu saham dengan imbal hasil dividen menarik.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan awal pekan, yakni BBCA, BBRI, MYOR, ISAT, EXCL, dan BRIS. Saham-saham tersebut dinilai memiliki potensi pergerakan jangka pendek seiring sentimen pasar saat ini.
Secara historis, level 7.500 menjadi area resistensi psikologis penting bagi IHSG. Jika mampu ditembus, penguatan berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Namun, ketidakpastian global, terutama terkait konflik geopolitik dan arah kebijakan moneter global, masih menjadi faktor risiko utama.
Dalam jangka pendek, arah IHSG akan sangat ditentukan oleh hasil negosiasi AS-Iran serta rilis data ekonomi domestik berikutnya. Investor disarankan tetap mencermati volatilitas pasar dan mengedepankan strategi selektif berbasis fundamental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










