Kebijakan Pajak Dirapikan, Pemerintah Redam 'Noise' Pasar

AKURAT.CO Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah, termasuk dengan memperbaiki kebijakan fiskal dan mengelola ekspektasi pasar.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pihaknya akan menekan berbagai faktor yang memicu persepsi negatif terhadap ekonomi nasional.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan fiskal berjalan lebih efektif.
Baca Juga: Pajak Naik 20,7 Persen, APBN Jadi Peredam Ekonomi Global
Selain itu, pemerintah juga telah merapikan sejumlah kebijakan pajak yang sebelumnya menimbulkan polemik di masyarakat dan pelaku usaha.
“Beberapa isu yang sempat menimbulkan ketidakpastian sudah kami rapikan untuk mengurangi tekanan di pasar,” ujar Purbaya.
Ia menekankan, persepsi publik dan pelaku pasar memiliki peran besar dalam memengaruhi pergerakan nilai tukar.
Menurut dia, sentimen negatif yang tidak didukung oleh kondisi fundamental berisiko menciptakan gambaran keliru terhadap perekonomian.
Baca Juga: Purbaya Copot Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman, Bersih-bersih Peninggalan Sri Mulyani?
Purbaya memastikan, fondasi ekonomi Indonesia tetap terjaga dan pemerintah akan terus melakukan perbaikan struktural guna mendorong pertumbuhan yang lebih kuat ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








