Kurs Rupiah Tertekan, Kementerian ESDM Tunggu Arah Kebijakan Subsidi Energi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara perihal pelemahan nilai tukar rupiah terhadap subsidi energi nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan, pembahasan terkait pengaruh kurs rupiah yang menyentuh level Rp17.500 per dolar AS terhadap subsidi energi tengah dibahas oleh Menteri ESDM bersama jajaran kementerian terkait.
“Itu kebetulan Pak Menteri sama jajaran Menteri-Menteri sedang merapatkan hal tersebut ya. Jadi kita tunggu aja,” kata Laode di Kementerian ESDM, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Tanggapi Pelemahan Rupiah, Bos Kadin: Faktor Dinamika Likuiditas Globak Bukan Fundamental Ekonomi RI
Saat ditanya mengenai kemungkinan dampak pelemahan rupiah terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ke depan, Laode belum memberikan kepastian.
Menurutnya, pemerintah masih akan melihat perkembangan kondisi ekonomi dan pasar energi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Itu kan belum ada info-info lain lagi kan selain yang ada sekarang. Jadi kita lihat perkembangan berikutnya aja nanti,” ujarnya.
Adapun, pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), nilai tukar USD/IDR mencatatkan kenaikan sebesar 0,45% dari sesi sebelumnya, mencapai angka 17.499,5000.
Rentang harga harian terpantau bergerak cukup lebar antara level terendah Rp17.395,5 hingga level tertinggi Rp17.498,0.
Tren kenaikan ini telah berlangsung selama beberapa waktu, di mana dalam satu bulan terakhir Rupiah tercatat telah melemah sebesar 2,15% terhadap Greenback.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan indeks dolar (DXY) yang naik menjadi 97,9539, meskipun secara bulanan dolar AS sebenarnya sempat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,42%.
Baca Juga: Pertamina Pasok Solar ke SPBU Swasta, Ini Penjelasan Kementerian ESDM
Tekanan terhadap Rupiah ini juga tercermin dari data historis yang menunjukkan bahwa pada 11 Mei 2026, Rupiah sudah berada di level Rp17.414 per dolar AS, melemah 32 poin dari posisi sebelumnya.
Beberapa lembaga riset sempat memprediksi bahwa sepanjang tahun 2026, Rupiah akan bergerak di rentang Rp16.678 hingga Rp17.098, namun realita pasar saat ini telah melampaui batas atas prediksi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









