Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan DPK Rp10 Triliun, Bukti Pertumbuhan Organik Bank Digital Makin Diperhitungkan

AKURAT.CO Beberapa tahun lalu, persaingan bank digital di Indonesia identik dengan promosi besar-besaran, cashback, dan berbagai insentif untuk menarik pengguna baru. Namun kini, lanskap industri mulai berubah. Nasabah tidak lagi sekadar mengejar promo, melainkan mencari layanan yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi pengelolaan keuangan mereka.
Perubahan perilaku tersebut terlihat dari pencapaian yang baru saja diraih Krom Bank. Anak usaha Kredivo Group ini berhasil mencatatkan lebih dari 1 juta pembukaan rekening dan menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp10 triliun. Menariknya, pencapaian tersebut diklaim diperoleh secara organik melalui kekuatan produk dan pengalaman nasabah, tanpa mengandalkan basis pengguna Kredivo sebagai sumber utama akuisisi.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi milestone bagi Krom Bank, tetapi juga memberikan gambaran baru mengenai arah perkembangan industri bank digital Indonesia yang semakin menekankan kualitas produk, profitabilitas, dan loyalitas nasabah.
Ringkasan
Berdasarkan siaran pers resmi Krom Bank pada 3 Juni 2026:
Krom Bank telah melampaui 1 juta pembukaan rekening.
Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp10 triliun.
Pertumbuhan diperoleh secara organik tanpa mengandalkan ekosistem Kredivo sebagai mesin akuisisi utama.
Sejak diluncurkan pada awal 2024, Krom memperkirakan telah memberikan tambahan imbal hasil sekitar Rp500 miliar kepada nasabah dibandingkan bank tradisional.
Krom juga mengklaim mampu mempertahankan profitabilitas secara konsisten sejak beroperasi sebagai bank digital.
Krom Bank Tembus 1 Juta Rekening dan DPK Rp10 Triliun
Pencapaian satu juta rekening dan DPK Rp10 triliun menjadi tonggak penting bagi PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI). Angka tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang bersedia mempercayakan dana mereka kepada bank digital sebagai bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari.
Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi yang berfokus pada nilai produk dan pengalaman pengguna.
"Pencapaian 1 juta rekening dan Rp10 triliun simpanan secara organik, bahkan sebelum kami mengintegrasikan keuntungan dari ekosistem Kredivo membuktikan kekuatan nilai produk yang kami tawarkan. Ambisi kami adalah menjadi pusat layanan keuangan (financial home) bagi generasi muda Indonesia," ujar Anton Hermawan melalui siaran pers yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, pencapaian tersebut menandai keberhasilan fase pertama dari strategi jangka panjang perusahaan. Tahap berikutnya adalah memperluas layanan ke area pembayaran, pinjaman, dan integrasi yang lebih luas dengan ekosistem Kredivo.
Mengapa Pertumbuhan Organik Menjadi Sorotan?
Dalam industri teknologi keuangan, pertumbuhan pengguna sering kali diperoleh melalui biaya akuisisi yang besar. Banyak perusahaan rela menggelontorkan dana promosi demi memperoleh jutaan pengguna dalam waktu singkat.
Karena itu, istilah "pertumbuhan organik" menjadi sangat penting dalam konteks Krom Bank.
Pertumbuhan organik berarti nasabah datang karena produk yang dianggap menarik dan relevan, bukan semata-mata karena insentif sementara. Dalam jangka panjang, model seperti ini biasanya menghasilkan tingkat loyalitas yang lebih tinggi.
Sudut pandang ini menarik karena Krom berada di bawah Kredivo Group yang memiliki basis pengguna sangat besar. Namun perusahaan menegaskan bahwa pencapaian satu juta rekening tersebut diperoleh sebelum integrasi penuh dengan ekosistem Kredivo dilakukan.
Artinya, pertumbuhan yang terjadi sejauh ini lebih banyak ditopang oleh daya tarik produk Krom sendiri.
Apa Arti DPK Rp10 Triliun bagi Bank Digital?
Bagi sebagian masyarakat, angka Rp10 triliun mungkin hanya terlihat sebagai statistik. Padahal, dalam industri perbankan, DPK merupakan salah satu indikator terpenting.
DPK mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sebuah bank. Semakin besar dana yang disimpan nasabah, semakin kuat pula basis pendanaan yang dimiliki bank untuk menjalankan bisnisnya.
Yang menarik, pencapaian DPK Rp10 triliun terjadi ketika usia operasional Krom sebagai bank digital masih relatif muda.
Interpretasi yang lebih dalam dari data ini adalah adanya perubahan perilaku masyarakat. Jika pada masa awal bank digital banyak pengguna hanya menempatkan dana dalam jumlah kecil untuk mencoba layanan, kini semakin banyak nasabah yang menjadikan bank digital sebagai tempat penyimpanan dana utama.
Dengan kata lain, yang berkembang bukan hanya jumlah akun, tetapi juga tingkat kepercayaan.
Baca Juga: Cara Transfer Antar Bank Beda Nama Rekening
Strategi yang Membuat Krom Bank Tumbuh Cepat
Krom menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh kombinasi antara bunga simpanan yang kompetitif dan pengalaman aplikasi yang mudah digunakan.
Strategi ini sejalan dengan karakteristik generasi milenial dan Gen Z yang cenderung membandingkan berbagai produk keuangan secara cepat melalui aplikasi maupun media sosial.
Dalam praktiknya, pengguna muda biasanya mempertimbangkan beberapa faktor utama:
Kemudahan membuka rekening.
Transparansi biaya.
Bunga tabungan dan deposito.
Kecepatan aplikasi.
Keamanan transaksi.
Kemudahan mengelola dana dari ponsel.
Krom juga mencatat tingkat kepuasan yang tinggi dengan peringkat 4,9 di Apple App Store dan 4,8 di Google Play.
Di era digital, rating aplikasi menjadi indikator penting karena sering kali menjadi referensi pertama calon nasabah sebelum memutuskan menggunakan suatu layanan.
Profitabilitas, Faktor yang Jarang Dimiliki Bank Digital
Salah satu aspek yang paling menarik dari pencapaian Krom adalah klaim profitabilitas yang konsisten sejak beroperasi sebagai bank digital.
Hal ini penting karena banyak bank digital di berbagai negara masih berada dalam fase membangun skala bisnis. Mereka fokus mengejar pertumbuhan pengguna terlebih dahulu, sementara profitabilitas menjadi target jangka panjang.
Krom mencoba menunjukkan pendekatan yang berbeda.
Perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi dan kesehatan keuangan. Dari perspektif bisnis, strategi seperti ini biasanya lebih berkelanjutan karena tidak terlalu bergantung pada suntikan modal untuk membiayai pertumbuhan.
Bagi investor maupun pelaku industri, profitabilitas menjadi sinyal bahwa model bisnis yang dijalankan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam jangka panjang.
Pergeseran Persaingan Bank Digital: Dari Promosi Menuju Kepercayaan
Di sinilah letak insight terbesar dari pencapaian Krom Bank.
Selama beberapa tahun terakhir, banyak pihak beranggapan bahwa kemenangan di industri bank digital ditentukan oleh kemampuan memberikan promosi terbesar. Namun perkembangan terbaru menunjukkan pola yang berbeda.
Saat pasar semakin matang, nasabah menjadi lebih rasional.
Mereka mulai bertanya:
Apakah bunga yang ditawarkan menarik?
Apakah aplikasi stabil digunakan?
Apakah layanan pelanggan responsif?
Apakah dana saya aman?
Apakah produk ini membantu tujuan keuangan saya?
Dalam konteks ini, kepercayaan menjadi mata uang baru yang lebih berharga dibanding promo jangka pendek.
Pencapaian satu juta rekening dan DPK Rp10 triliun dapat dibaca sebagai indikasi bahwa sebagian nasabah mulai memilih bank digital berdasarkan manfaat nyata, bukan hanya insentif sesaat.
Baca Juga: BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad Dukung Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
Simulasi Nyata: Mengapa Bunga dan Pengalaman Aplikasi Penting?
Bayangkan seorang pekerja muda berusia 28 tahun dengan dana darurat Rp50 juta.
Lima tahun lalu, ia mungkin menyimpan seluruh dananya di rekening tabungan konvensional tanpa banyak mempertimbangkan tingkat bunga.
Namun saat ini situasinya berbeda.
Melalui aplikasi ponsel, ia bisa membandingkan berbagai produk simpanan hanya dalam beberapa menit. Jika menemukan produk dengan bunga lebih kompetitif dan pengalaman penggunaan yang baik, keputusan memindahkan dana menjadi jauh lebih mudah.
Fenomena inilah yang menjelaskan mengapa produk tabungan dan deposito digital semakin menarik bagi generasi muda.
Bukan semata-mata karena teknologinya, tetapi karena manfaat finansial yang bisa langsung dirasakan.
Integrasi Kredivo Berpotensi Menjadi Game Changer
Meski pertumbuhan sejauh ini disebut berasal dari jalur organik, Krom sebenarnya masih memiliki ruang ekspansi yang sangat besar.
Perusahaan menyatakan akan memasuki fase pertumbuhan berikutnya melalui pengembangan layanan pembayaran, pinjaman, serta integrasi yang lebih luas dengan ekosistem Kredivo Group.
Jika integrasi tersebut berjalan optimal, Krom berpotensi memperoleh akses ke puluhan juta pengguna yang selama ini sudah familiar dengan layanan Kredivo.
Dalam industri keuangan digital, kombinasi antara layanan simpanan, pembayaran, dan kredit sering kali menciptakan efek ekosistem yang kuat. Semakin banyak kebutuhan keuangan pengguna yang dapat dipenuhi dalam satu platform, semakin tinggi pula tingkat keterikatan nasabah.
Mengapa Pencapaian Ini Penting bagi Industri?
Keberhasilan Krom Bank bukan hanya relevan bagi perusahaan itu sendiri.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa industri bank digital Indonesia mulai memasuki fase yang lebih matang. Fokus pasar perlahan bergeser dari sekadar mengejar jumlah pengguna menuju kualitas pertumbuhan, loyalitas nasabah, dan profitabilitas.
Bagi konsumen, tren ini berpotensi menghasilkan layanan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan. Bagi industri, persaingan akan semakin ditentukan oleh kemampuan menghadirkan produk yang benar-benar relevan dengan kebutuhan pengguna.
Pada akhirnya, keberhasilan Krom Bank menembus 1 juta rekening dan DPK Rp10 triliun menunjukkan bahwa masa depan bank digital tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya promosi. Faktor seperti kepercayaan, kualitas produk, pengalaman pengguna, dan kemampuan menjaga profitabilitas mulai menjadi pembeda utama.
Dengan rencana ekspansi ke layanan pembayaran, pinjaman, serta integrasi yang lebih luas dengan Kredivo, perjalanan Krom Bank tampaknya masih memasuki babak awal. Pantau terus perkembangan industri bank digital Indonesia untuk melihat bagaimana persaingan ini akan berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: BTN Perkuat Komitmen ESG dengan Menggandeng KOmunitas Lokal Bank Sampah di Kudus
FAQ
1. Apa arti pencapaian 1 juta rekening bagi Krom Bank?
Pencapaian 1 juta rekening menunjukkan bahwa Krom Bank berhasil menarik kepercayaan masyarakat dalam waktu relatif singkat sejak diluncurkan sebagai bank digital pada awal 2024. Angka ini tidak hanya mencerminkan jumlah pengguna yang terus bertambah, tetapi juga menjadi indikator bahwa produk tabungan dan deposito Krom Bank diterima oleh pasar, khususnya generasi milenial dan Gen Z yang semakin aktif menggunakan layanan keuangan digital.
2. Mengapa DPK Rp10 triliun penting bagi bank digital?
Dana Pihak Ketiga (DPK) merupakan salah satu indikator utama kesehatan bisnis perbankan karena menunjukkan jumlah dana yang dipercayakan nasabah kepada bank. Ketika DPK Krom Bank mencapai Rp10 triliun, hal tersebut menandakan tingkat kepercayaan yang tinggi dari nasabah serta memperkuat kemampuan bank dalam mengembangkan layanan, menyalurkan pembiayaan, dan menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
3. Bagaimana Krom Bank bisa tumbuh tanpa mengandalkan pengguna Kredivo?
Menurut perusahaan, pertumbuhan Krom Bank sejauh ini diperoleh secara organik melalui daya tarik produk yang kompetitif dan pengalaman aplikasi yang dinilai nyaman oleh pengguna. Strategi ini menunjukkan bahwa nasabah memilih membuka rekening karena manfaat yang ditawarkan, seperti bunga simpanan yang menarik dan kemudahan pengelolaan keuangan digital, bukan semata-mata karena integrasi dengan ekosistem Kredivo.
4. Apa keunggulan Krom Bank dibanding bank tradisional?
Salah satu keunggulan Krom Bank adalah menawarkan produk tabungan dan deposito dengan tingkat bunga yang kompetitif, didukung proses digital yang cepat dan mudah diakses melalui aplikasi. Selain itu, nasabah dapat mengelola keuangan secara fleksibel tanpa harus datang ke kantor cabang. Bagi generasi muda yang terbiasa melakukan aktivitas melalui smartphone, model layanan seperti ini menjadi nilai tambah yang signifikan dibandingkan layanan perbankan konvensional.
5. Mengapa profitabilitas Krom Bank menjadi sorotan industri?
Profitabilitas menjadi perhatian karena banyak bank digital masih berada dalam tahap investasi dan fokus memperbesar basis pengguna. Krom Bank mengklaim mampu menjaga profitabilitas secara konsisten sejak beroperasi sebagai bank digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah rekening, tetapi juga berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kesehatan keuangan perusahaan.
6. Apa dampak integrasi Krom Bank dengan Kredivo ke depan?
Integrasi dengan ekosistem Kredivo berpotensi membuka akses Krom Bank kepada puluhan juta pengguna yang sudah menggunakan layanan Kredivo. Langkah ini dapat mempercepat pertumbuhan rekening baru, meningkatkan penggunaan produk keuangan digital, serta memperkuat ekosistem yang menggabungkan layanan simpanan, pembayaran, dan pinjaman dalam satu platform yang lebih terintegrasi.
7. Apakah pertumbuhan Krom Bank mencerminkan tren baru industri bank digital Indonesia?
Ya, pertumbuhan Krom Bank menunjukkan bahwa persaingan bank digital Indonesia mulai bergeser dari strategi promosi besar-besaran menuju pembangunan kepercayaan nasabah. Saat ini pengguna semakin mempertimbangkan kualitas aplikasi, tingkat bunga, keamanan dana, serta pengalaman penggunaan sehari-hari. Tren tersebut mengindikasikan bahwa bank digital yang mampu memberikan nilai nyata kepada nasabah berpeluang memperoleh pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





