Amar Bank Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Kredit Tumbuh 30,62 Persen pada Kuartal I 2026

AKURAT.CO Industri perbankan digital Indonesia memasuki fase yang semakin kompetitif. Di tengah tekanan efisiensi, ketatnya persaingan dengan fintech, serta tantangan menjaga kualitas kredit, tidak banyak bank yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan agresif dengan kesehatan keuangan yang solid.
Namun, hal itu berhasil ditunjukkan oleh Amar Bank. Bank digital yang fokus pada segmen ritel dan UMKM tersebut mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Pencapaian ini menjadi sinyal bahwa model bisnis bank digital yang mengandalkan teknologi dan analisis data masih memiliki ruang pertumbuhan besar di Indonesia.
Secara ringkas, Amar Bank membukukan laba bersih Rp71,12 miliar pada kuartal I 2026, tumbuh seiring peningkatan kredit bruto menjadi Rp4,16 triliun. Di saat yang sama, perusahaan juga mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau Rp6,11 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Bagaimana Kinerja Amar Bank pada Kuartal I 2026?
Kinerja Amar Bank pada tiga bulan pertama tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang terjadi hampir di seluruh lini bisnis utama.
Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp71,12 miliar. Angka ini menjadi laba tertinggi yang pernah dibukukan Amar Bank sejak berdiri.
Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang cukup agresif. Kredit bruto meningkat 30,62 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp4,16 triliun. Kenaikan ini berada di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional dalam periode yang sama.
Seiring meningkatnya penyaluran kredit, total aset Amar Bank juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,72 persen YoY menjadi Rp6,93 triliun.
Pendapatan Tumbuh dan Profitabilitas Semakin Kuat
Selain kredit dan aset, Amar Bank juga membukukan pertumbuhan pendapatan yang sehat.
Pendapatan operasional meningkat 13,82 persen YoY menjadi Rp527,76 miliar. Sementara itu, pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) tumbuh 15,58 persen menjadi Rp370,20 miliar.
Data ini menarik karena menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit tidak hanya mengejar volume, tetapi juga mampu menghasilkan margin yang menguntungkan.
Dalam industri perbankan digital, pertumbuhan kredit yang tinggi sering kali dibarengi tekanan profitabilitas akibat biaya akuisisi nasabah yang besar. Namun, Amar Bank berhasil menunjukkan kombinasi antara ekspansi bisnis dan peningkatan pendapatan.
Dari perspektif bisnis, kondisi tersebut menunjukkan model usaha yang semakin matang. Kredit tumbuh dua digit, pendapatan meningkat, dan laba bersih mencetak rekor baru dalam waktu yang bersamaan.
Mengapa Pertumbuhan Amar Bank Menarik Perhatian?
Salah satu aspek paling menarik dari laporan keuangan Amar Bank adalah kualitas pertumbuhan yang dicapai perusahaan.
Banyak institusi keuangan mampu meningkatkan kredit, tetapi tidak semuanya berhasil menjaga kualitas aset. Pada kasus Amar Bank, pertumbuhan kredit justru diiringi penurunan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL).
NPL net tercatat turun menjadi 0,86 persen pada Maret 2026. Sebagai perbandingan, pada Maret 2025 rasio tersebut masih berada di level 1,48 persen.
Penurunan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak sekadar mengejar pertumbuhan penyaluran kredit, tetapi juga menjaga disiplin dalam proses seleksi debitur dan pengelolaan risiko.
Jika dianalogikan, banyak bank digital menghadapi dilema antara tumbuh cepat atau menjaga kualitas kredit. Amar Bank mencoba membuktikan bahwa kedua tujuan tersebut bisa berjalan bersamaan ketika didukung teknologi analisis data dan manajemen risiko yang ketat.
Aspek lain yang menunjukkan kekuatan fundamental perusahaan adalah rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 99,17 persen.
Level tersebut memberikan ruang yang sangat besar bagi perusahaan untuk terus melakukan ekspansi tanpa menghadapi tekanan modal dalam jangka pendek.
Baca Juga: Rupiah Menguat 0,76 Persen DIbanding Posisi Mei 2026, Perry: Didukung Respons Stabilisasi BI
Baca Juga: Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 18 Juni 2026, Tembus Rp17.849
DPK Melonjak Lebih dari 115 Persen
Di sektor perbankan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sering menjadi indikator penting untuk menilai tingkat kepercayaan masyarakat.
Amar Bank mencatat lonjakan DPK sebesar 115,46 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut memberikan manfaat ganda. Selain memperkuat likuiditas perusahaan, peningkatan DPK juga membantu bank memperoleh sumber pendanaan yang lebih efisien dibandingkan alternatif pendanaan lainnya.
SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menjelaskan bahwa pencapaian laba tertinggi perusahaan tidak terlepas dari efektivitas pengelolaan modal dan efisiensi operasional.
“Capaian laba tertinggi sepanjang masa ini membuktikan efisiensi operasional dan efektivitas manajemen modal kami, tercermin dari rasio CAR yang kuat di level 99,17%. Lonjakan DPK sebesar 115,46% YoY juga berhasil mengoptimalkan biaya dana kami. Ke depan, fokus kami adalah menjaga pertumbuhan laba yang sehat dan konsisten guna memastikan fondasi keuangan yang kuat untuk mendukung pembagian dividen yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” jelas David Wirawan dalam Public Expose di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Kinerja tersebut juga menjadi dasar perusahaan untuk kembali membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar kepada pemegang saham.
Apa Peran Tunaiku dalam Pertumbuhan Amar Bank?
Di balik pertumbuhan Amar Bank, terdapat peran besar platform digital Tunaiku yang selama ini menjadi salah satu motor utama bisnis perusahaan.
Hingga kuartal I 2026, Tunaiku telah menyalurkan pembiayaan dengan total akumulasi lebih dari Rp19 triliun sejak 2014.
Lebih menarik lagi, platform tersebut telah menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.
Angka ini menunjukkan bahwa kontribusi Amar Bank tidak hanya terlihat dari sisi laba perusahaan, tetapi juga dari perannya dalam memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.
Dalam praktiknya, banyak UMKM masih menghadapi hambatan saat mengakses kredit formal. Proses yang panjang, persyaratan administrasi, serta keterbatasan riwayat kredit sering menjadi tantangan.
Model digital yang dikembangkan Amar Bank mencoba menjawab persoalan tersebut melalui proses yang lebih sederhana dan berbasis teknologi.
Embedded Banking Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Selain Tunaiku, Amar Bank juga mulai mengandalkan strategi embedded banking sebagai sumber pertumbuhan baru.
Melalui pendekatan Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C), layanan perbankan dapat langsung terintegrasi ke dalam platform digital mitra tanpa mengharuskan pengguna berpindah aplikasi.
Salah satu contoh implementasinya adalah kerja sama dengan MyMRTJ.
Strategi ini memungkinkan pengalaman pengguna yang lebih sederhana atau zero friction, karena layanan keuangan tersedia langsung di dalam ekosistem digital yang sudah digunakan masyarakat.
Menurut Amar Bank, solusi embedded banking tersebut telah mendatangkan sekitar 10.000 nasabah baru dengan tingkat pengguna aktif mencapai 41,09 persen.
Direktur Informasi Teknologi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, mengatakan strategi tersebut akan terus diperluas ke berbagai sektor ekonomi digital.
“Layanan Digital Perbankan dengan Solusi embedded banking menjadi media akuisisi nasabah dalam mendukung strategi pertumbuhan bagi bank. Layanan yang terintegrasi di dalam platform digital mitra tanpa pindah aplikasi (zero friction) di berbagai mitra, salah satunya MyMRTJ. Solusi embedded banking dengan mitra B2B telah mendatangkan hingga 10.000 nasabah baru dengan pengguna aktif sebesar 41,09%. Ke depan, dengan infrastruktur digital berbasis cloud dan AI kami akan terus memperluas layanan perbankan digital di sektor e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif,” ungkap Kevin Kane.
Strategi Amar Bank pada 2026
Ke depan, Amar Bank menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.
Fokus utama perusahaan meliputi:
Penguatan teknologi berbasis cloud dan kecerdasan buatan (AI).
Perluasan layanan embedded banking.
Peningkatan penetrasi di segmen ritel dan UMKM.
Ekspansi ke sektor ekonomi digital.
Dukungan terhadap industri kreatif nasional.
Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah keterlibatan Amar Bank sebagai sponsor utama dalam ajang JAFF Market tahun lalu.
Partisipasi tersebut menunjukkan upaya perusahaan untuk membangun hubungan lebih dekat dengan pelaku industri kreatif yang kini menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.
Apa Arti Kinerja Ini bagi Industri Perbankan Digital?
Ada satu pesan penting dari capaian Amar Bank pada kuartal I 2026.
Pertumbuhan bank digital tidak lagi hanya diukur dari jumlah pengguna aplikasi atau ekspansi nasabah baru. Investor dan pelaku industri kini semakin memperhatikan kualitas pertumbuhan tersebut.
Dalam konteks ini, Amar Bank berhasil menunjukkan kombinasi yang relatif jarang ditemukan: kredit tumbuh lebih dari 30 persen, laba mencetak rekor tertinggi, NPL menurun, DPK melonjak, dan modal tetap sangat kuat.
Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa fase berikutnya industri bank digital Indonesia bukan lagi soal membakar modal untuk mengejar pertumbuhan, melainkan membangun model bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan.
Jika tren ini berlanjut, Amar Bank berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana bank digital lokal dapat tumbuh agresif tanpa mengorbankan kesehatan keuangan.
Pada akhirnya, capaian laba tertinggi sepanjang sejarah bukan sekadar soal angka Rp71,12 miliar. Yang lebih penting adalah sinyal bahwa strategi digital, pengelolaan risiko, dan fokus pada UMKM mulai menghasilkan fondasi bisnis yang semakin kokoh. Bagi investor, pelaku UMKM, maupun industri perbankan nasional, perkembangan ini layak menjadi perhatian untuk melihat arah masa depan sektor keuangan digital Indonesia.
Pantau terus perkembangan Amar Bank dan industri perbankan digital untuk memahami bagaimana transformasi teknologi akan membentuk layanan keuangan Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen di Mei 2026
Baca Juga: Adopsi AI Citi Indonesia: Awal Babak Baru Persaingan Perbankan Global di Indonesia
FAQ
Apa yang membuat Amar Bank mencatat laba tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal I 2026?
Amar Bank berhasil membukukan laba bersih Rp71,12 miliar pada kuartal I 2026 berkat kombinasi pertumbuhan kredit yang kuat, peningkatan pendapatan bunga bersih, serta efisiensi operasional yang semakin baik. Selain itu, strategi fokus pada segmen ritel dan UMKM melalui platform digital seperti Tunaiku turut mendorong peningkatan profitabilitas. Pertumbuhan kredit yang mencapai 30,62 persen secara tahunan juga menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kenaikan laba bank digital tersebut.
Berapa dividen yang dibagikan Amar Bank kepada pemegang saham pada 2026?
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, Amar Bank memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp110,1 miliar atau setara Rp6,11 per lembar saham. Pembagian dividen ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada para pemegang saham sekaligus mencerminkan kondisi keuangan yang sehat setelah mencatatkan laba tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Mengapa pertumbuhan kredit Amar Bank dianggap istimewa?
Pertumbuhan kredit Amar Bank dinilai istimewa karena mencapai 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp4,16 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan industri perbankan nasional. Yang menarik, ekspansi kredit tersebut tetap diimbangi dengan kualitas aset yang membaik, terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah atau NPL net dari 1,48 persen menjadi 0,86 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis dilakukan secara selektif dan terukur.
Apa peran Tunaiku dalam bisnis Amar Bank?
Tunaiku merupakan salah satu platform utama yang menopang pertumbuhan Amar Bank, terutama di segmen ritel dan UMKM. Hingga kuartal I 2026, Tunaiku telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp19 triliun sejak 2014 dan menjangkau lebih dari 500.000 pelaku UMKM di Indonesia. Kehadiran platform pinjaman digital ini membantu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan yang cepat dan mudah diakses.
Apa itu embedded banking yang dikembangkan Amar Bank?
Embedded banking adalah layanan perbankan yang terintegrasi langsung ke dalam platform digital mitra sehingga pengguna dapat mengakses produk keuangan tanpa harus berpindah aplikasi. Strategi ini menjadi salah satu motor pertumbuhan baru Amar Bank melalui skema kemitraan B2B2C. Hingga saat ini, solusi embedded banking telah membantu mendatangkan sekitar 10.000 nasabah baru dengan tingkat pengguna aktif mencapai 41,09 persen.
Bagaimana kualitas aset Amar Bank pada kuartal I 2026?
Kualitas aset Amar Bank menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) net turun menjadi 0,86 persen pada Maret 2026 dari sebelumnya 1,48 persen pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan kredit bermasalah ini mencerminkan efektivitas manajemen risiko, proses analisis kredit yang ketat, serta kemampuan perusahaan menjaga kualitas portofolio di tengah pertumbuhan kredit yang agresif.
Apa strategi Amar Bank untuk mendorong pertumbuhan pada 2026?
Strategi Amar Bank pada 2026 berfokus pada pengembangan teknologi digital berbasis cloud dan kecerdasan buatan (AI), perluasan layanan embedded banking, serta peningkatan penetrasi di segmen ritel dan UMKM. Selain itu, perusahaan juga menargetkan ekspansi ke berbagai sektor potensial seperti e-commerce, logistik, ride-hailing, fintech, hingga industri kreatif guna memperluas ekosistem layanan perbankan digital di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 5Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 7Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 8Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 9Sempat Absen karena Sakit, Bos Maktour Penuhi Panggilan KPK
- 10Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Datang Bawa Buku dan Pulpen






