Rupiah Diproyeksi Tertekan Lagi, Konflik AS-Iran Jadi Sentimen Utama

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Setelah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), pergerakan rupiah diprediksi masih dibayangi kombinasi sentimen eksternal berupa meningkatnya konflik di Timur Tengah dan faktor domestik yang dinilai memengaruhi kepercayaan investor.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan indeks dolar AS pada awal pekan didorong meningkatnya permintaan aset safe haven setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas.
Menurut Ibrahim, situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian utama pasar global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling vital di dunia.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.109, Pengamat Soroti Kepastian Hukum Ganggu Investor
"Pasukan AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan rudal dan drone. Iran juga mengklaim kembali menutup Selat Hormuz sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Kondisi ini membuat indeks dolar AS kembali menguat," kata Ibrahim dalam risetnya, Senin (13/7/2026).
Dirinya menjelaskan gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi mengerek harga minyak dunia. Jika kondisi tersebut berlangsung lebih lama, tekanan inflasi global dapat kembali meningkat sehingga membuka peluang bank sentral AS (The Federal Reserve) mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
"Prospek kenaikan harga energi membuat pasar memperkirakan The Fed masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi. Sentimen ini menjadi pendorong penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah," ujarnya.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai pasar juga memberikan perhatian terhadap perkembangan kasus hukum yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang dinilai dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kepastian hukum di Indonesia.
Menurutnya, kepastian hukum merupakan salah satu faktor penting yang menentukan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Negara yang memiliki sistem hukum buruk cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ketika kepastian hukum melemah, kepercayaan investor ikut turun sehingga berpotensi menghambat investasi maupun aktivitas ekonomi," ujar Ibrahim.
Ibrahim menambahkan, kondisi tersebut dapat memperberat upaya pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
"Dengan kepastian hukum yang terganggu ditambah kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya pro pasar, akan muncul vote of no confidence dari pelaku pasar yang akhirnya menekan aktivitas ekonomi nasional," katanya.
Baca Juga: Kurs Dolar Hari Ini 13 Juli Rupiah Tembus Rp18 Ribu: Cek Kurs BCA, Mandiri dan BNI
Pada perdagangan Senin (13/7/2026), rupiah ditutup melemah 44 poin ke level Rp18.109 per USD, setelah sebelumnya sempat terdepresiasi hingga 85 poin dibanding penutupan sebelumnya di Rp18.065 per USD.
Untuk perdagangan Selasa (14/7/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
"Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun masih berpotensi ditutup melemah pada kisaran Rp18.100 hingga Rp18.150 per USD," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









