Profil Hassan Nasrallah, Milisi Lebanon Yang Ancam Akan Serang Israel Dan Amerika Selatan

AKURAT.CO- Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah berpidato untuk pertama kalinya sejak perang Israel-Palestina bulan lalu, yang memicu keterlibatan milisi di Lebanon Selatan, Pada Jumat (3/10/2023).
Setelah Israel memasuki wilayah Lebanon, Korps Garda Revolusi Islam Iran membentuk Hizbullah, yang berarti "Partai Tuhan" dan merupakan musuh terbesar Israel di sana.
Berikut ini profil pemimpin Hizbullah, Hasan Nasrallah.
Profil Hasan Nasrallah
Sayed Hassan Nasrullah adalah nama lahir Hassan Nasrallah. Menurut cfr.org, dia lahir pada tahun 1960 di daerah Bourj Hammoud di timur Beirut.
Sejak kecil, Hasan Nasrallah yang merupakan anak tertua dari sembilan bersaudara, bercita-cita untuk menjadi pemuka agama.
Keluarga Hasan Nasrallah pindah ke rumah leluhurnya di desa Bassouriyeh di Lebanon selatan ketika perang saudara meletus pada tahun 1975.
Salah satu ulama menarik perhatian Nasrallah saat dia menghadiri ibadah di kota terdekat Tyre.
Ulama itu mendorongnya untuk belajar teologi di luar negeri.
Setelah lulus sekolah menengah, Nasrallah pergi ke sebuah seminari di Najaf, Irak, tahun berikutnya. Dia pertama kali bertemu dengan Musawi di sana.
Nasrallah dan Musawi terpaksa kembali ke Lebanon setelah ratusan mahasiswa diusir oleh Irak pada tahun 1978.
Di sana, mereka menjadi murid dan guru di sekolah agama Musawi.
Pada tahun 1982, setelah invasi Israel, Hasan Nasrallah mengikuti jejak Musawi dan bergabung dengan Hizbullah. Iran terus mendukung Hizbullah hingga saat ini.
Lalu, Musawi bersama istrinya dan tiga anaknya dibunuh oleh militer Israel pada tahun 1992.
Setelah diminta oleh Ayatollah Ali Khamenei dari Iran, Hasan Nasrallah mengambil alih kepemimpinan Hizbullah.
Dengan kepemimpinannya, Hizbullah semakin serius melawan Israel di daerah Lebanon Selatan.
Ketika anaknya dibunuh oleh militer Israel pada tahun 1996, semangat Nasrallah meningkat.
Pada tahun 2000, militer Israel menarik pasukannya dari Lebanon Selatan karena kesuksesan Nasrallah dalam Hizbullah.
Hasan Nasrallah kemudian memimpin tukar guling antara tahanan Hizbullah dan Israel.
Lebih dari 400 tahanan dari negara-negara Arab, Lebanon, dan Palestina dibebaskan berkat kesepakatan Nasrallah dengan Israel pada Januari 2004.
Hasan Nasrallah selalu menjadi target militer Israel, ia berada di antara nama-nama tertinggi dalam daftar militer Israel yang akan dibunuh.
Rumah dan kantor Nasrallah dihancurkan oleh pesawat tempur Israel pada 14 Juli 2006.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










