Kenapa Israel Ingin Mengambil Masjid Al-Aqsa Dari Palestina? Ternyata Inilah Penyebabnya

AKURAT.CO- Sejarah masjid Al-Aqsa menunjukkan alasan mengapa Israel memperebutkannya.
Kompleks masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem adalah tempat suci yang sensitif bagi orang Islam dan Yahudi.
Israel mengambil lahan terbuka seluas empat belas hektare di sudut tenggara Kota Tua selama Perang Enam Hari pada tahun 1967, bersama dengan sisa-sisa Yerusalem timur yang kemudian dianeksasi.
Pencaplokan itu belum pernah mendapatkan pengakuan internasional.
Meskipun Israel menganggap Yerusalem secara keseluruhan sebagai ibu kotanya yang tidak terbagi, Palestina menginginkan wilayah timur sebagai ibu kotanya yang akan datang.
Masjid Al-Aqsa dan Kuil Emas Kubah Batu (Dome of the Rock) adalah bagian dari kompleks yang disebut sebagai Al-Haram al-Sharif atau Tempat Suci oleh orang Islam.
Alasan Israel ingin mengambil Masjid Al-Aqsa dari Palestina
Peningkatan upaya Israel untuk mengambil alih Masjid Al-Aqsa dan seluruh wilayah Al-Haram As-Syarif menunjukkan keberanian Israel untuk menghabisi seluruh pendudukan Palestina di Yerusalem.
Hal ini juga menunjukkan bahwa Israel tidak melihat kepemimpinan yang gigih untuk membela hak-hak Muslim di Arab dan Palestina.
Tak hanya itu, umat Kristen dan Yahudi percaya bahwa peristiwa Abraham (Ibrahim) yang hendak menyembelih putranya juga dilakukan di tempat tersebut.
Selain itu, di sekitar kompleks masjid juga berdiritempat tersuci dalam Yudaisme yaitu Temple Mount atau situs kuil yang berisi Ruang Maha kudus atau tempat bersemayam Tuhan.
Bagi umat Islam, masjid Al Aqsa sangat penting karena dianggap sebagai tempat Nabi Muhammad melakukan perjalanan Isra Mi'raj ke surga.
Oleh karena itu, Masjid Al Aqsa menempati peringkat ketiga sebagaitempat tersuci dalam Islam, di belakang Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, keduanya berada di Arab Saudi.
Kompleks masjid Al Aqsa dibangun pada abad ketujuh oleh khalifah kedua Islam, Omar, di tempat Kuil Yahudi Kedua dihancurkan oleh Romawi sekitar tahun 70 M.
Karena kompleks ini menampung Kuil Pertama dan Kedua, orang Yahudi menganggapnya sebagai tempat tersuci.
Tempat tersebut disebut dalam bahasa Ibrani sebagai Har HaBayit atau Bukit Bait Suci.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









