Benjamin Netanyahu Manfaatkan Politik Identitas Untuk Bangun Opini Dunia Dalam Konflik Israel Palestina

AKURAT.CO- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah merancang strategi yang kontroversial dalam upayanya untuk membangkitkan kembali popularitas politiknya.
Dalam berbagai kesempatan, Netanyahu terlihat secara aktif mengaitkan kebijakan politiknya dengan nilai-nilai agama Yahudi, menciptakan narasi yang mengidentifikasi dirinya sebagai pelindung keamanan dan keutuhan nasional Israel.
Dengan memperkuat ikatan emosional dengan basis pemilih konservatif, Netanyahu berhasil membangun dukungan internal yang signifikan.
Tak hanya itu, Netanyahu juga memanfaatkan retorika konservatif untuk mencapai tujuannya.
Dengan menekankan nilai-nilai agama dan pendekatan konservatif terhadap kebijakan dalam pidatonya, ia berhasil menarik perhatian dan mendapatkan dukungan dari kelompok konservatif di dalam negeri.
Pendekatan ini memberikan kesan bahwa kebijakan-kebijakannya sejalan dengan nilai-nilai masyarakat, meningkatkan popularitasnya di kalangan pemilih yang memandang konservatisme sebagai landasan moral.
Namun, penggunaan agama dan retorika konservatif oleh Netanyahu mencapai puncak kontroversialnya dalam konteks konflik Israel-Palestina.
Dengan merancang kebijakan keras terhadap Palestina, Netanyahu memanfaatkan narasi keamanan dan identitas nasional Israel untuk memperoleh dukungan domestik dan internasional.
Kritik terhadap pendekatannya ini mencuat karena dianggap tidak hanya meningkatkan ketegangan dalam konflik, tetapi juga memberikan dasar moral pada tindakan-tindakan yang menuai kecaman internasional.
Namun, paling kontroversial adalah penggunaan politik identitas oleh Netanyahu dalam konteks konflik Israel-Palestina.
Dengan menonjolkan identitas nasional Israel dan memanfaatkan narasi keamanan, Netanyahu telah membangun opini publik internasional yang mendukung kebijakan keras terhadap Palestina.
Strategi ini, meskipun berhasil dalam menciptakan dukungan, juga menciptakan ketegangan internasional dan merusak upaya perdamaian.
Dengan memanfaatkan agama, retorika konservatif, dan politik identitas, Netanyahu telah berhasil membangun basis pendukung yang kuat dan memanipulasi opini publik internasional.
Namun, pendekatan ini juga telah menimbulkan kritik keras dan meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sudah kompleks antara Israel dan Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







