64 Juta Pemuda dan Pasar Kerja Yang Sangat Kompetitif

AKURAT.CO Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ambisius, yaitu minimal 6% pada tahun 2040 atau 8% yang diinginkan, Indonesia mengandalkan potensi besar dari populasi pemudanya. Dengan jumlah pemuda mencapai 64 juta atau 24% dari total populasi, negara ini menghadapi tantangan sekaligus peluang dari gelombang demografis ini.
Menurut Special Advisor to The Minister for Youth & Sports, Hasintya Saraswati, meskipun potensi ini sangat besar, hal tersebut juga menciptakan pasar kerja yang sangat kompetitif.
"Saya yakin sebagian besar dari Anda sudah tahu jawaban yang kita butuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jumlah besar pemuda juga dapat berarti pasar saham yang sangat kompetitif," katanya pada acara Global Human Capital (GHC) Summit 2024 yang berlangsung di Hotel Pullman, Jakarta, pada Selasa (20/8/2024).
Baca Juga: Apa Sajakah Tantangan Membangun Pemuda di Era Digital? Sebutkan dan Jelaskan.
Untuk mengelola potensi ini, pemerintah menggunakan Indeks Pembangunan Pemuda, yang menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun 2015 hingga 2023. "Pada tahun 2023 kita mencapai angka 56,33, hanya tinggal beberapa poin lagi dari target 57,67 pada tahun 2024," jelas Saraswati.
Meskipun ada kemajuan, dia menekankan perlunya perbaikan dalam kesempatan kerja dan partisipasi aktif. Selain itu, Saraswati memperkenalkan program DREAM Indonesia sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas pemuda Indonesia di tingkat internasional.
"Melalui program ini, kami ingin mengakomodasi transfer pengetahuan dari negara-negara mitra dan mitra swasta," ungkapnya.
Program ini bertujuan memperkaya pemuda dengan pengetahuan, keterampilan praktis, dan jaringan global. Serta, Saraswati mendorong semua pemangku kepentingan untuk terlibat dalam kolaborasi ini. "Saya dengan rendah hati percaya bahwa dibutuhkan kemitraan dan kolaborasi untuk menjalankan misi yang tak ternilai ini bagi kaum muda kita," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









