PermataBank Taksir Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,15 Persen di 2025
Hefriday | 4 Desember 2024, 17:40 WIB

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditaksir mencapai 5,15%. Hal tersebut disampaikan oleh PermataBank melalui lembaga risetnya, Permata Institute for Economic Research (PIER) lewat laporan Economic Outlook 2025 dengan tema “Economic Forces at Play: Balancing Domestic Drivers and Global Uncertainty”.
Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2025, yang diwarnai tantangan global dan kekuatan domestik sebagai motor utama daya tahan perekonomian.
Dalam laporan tersebut, ekonomi global diperkirakan tumbuh stabil pada level 3,2% di tahun 2025. Meski begitu, terdapat perbedaan signifikan antara pertumbuhan negara maju dan berkembang. Kebijakan domestik Amerika Serikat diprediksi memicu inflasi di atas target Federal Reserve sebesar 2%, sehingga ada peluang pemangkasan suku bunga sebanyak 50 basis poin menjadi 3,75%-4,00%.
Di sisi lain, harga energi global diproyeksikan melanjutkan tren penurunan setelah mencapai puncaknya pada 2022, termasuk harga komoditas utama Indonesia seperti minyak mentah, batu bara, dan CPO.
Untuk Indonesia, ekonomi diproyeksikan tumbuh sebesar 5,15% di tahun 2025, dengan konsumsi rumah tangga dan investasi tetap menjadi pendorong utama. Kendati demikian, tantangan eksternal seperti kebijakan proteksionis AS, penurunan permintaan global, dan volatilitas harga komoditas harus diantisipasi. Risiko-risiko ini membutuhkan strategi mitigasi untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, menyatakan bahwa proyeksi ini menunjukkan potensi Indonesia untuk mempertahankan momentum pertumbuhan. “Kunci keberhasilan menghadapi ketidakpastian global terletak pada optimalisasi potensi domestik, termasuk konsumsi rumah tangga, diversifikasi ekspor, dan peningkatan investasi asing langsung. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter juga menjadi prasyarat menjaga stabilitas ekonomi,” ujar Josua Selasa (3/12/2024).
Di tingkat domestik, inflasi Indonesia diprediksi tetap terkendali dalam target Bank Indonesia sebesar 3,12%. Namun, kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan cukai hingga 12% pada plastik, rokok, dan minuman manis dapat memberikan tekanan pada harga konsumen. Meski demikian, nilai tukar rupiah diperkirakan stabil di kisaran Rp15.200-Rp15.700 per dolar AS, didukung aliran investasi langsung dan portofolio yang kuat.
Selain itu, imbal hasil obligasi Indonesia juga diproyeksikan turun, seiring dengan kebijakan suku bunga yang lebih rendah dari Bank Indonesia maupun Federal Reserve. Penurunan biaya pinjaman ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi, terutama di sektor UMKM yang menjadi salah satu pilar perekonomian nasional.
Josua menambahkan bahwa langkah diversifikasi ekspor sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada komoditas tertentu, seperti batu bara dan CPO. “Indonesia perlu memperkuat daya saing global melalui diversifikasi produk ekspor, sehingga risiko dari fluktuasi harga komoditas dapat diminimalkan,” tambahnya.
Laporan ini juga menyoroti pencapaian PIER dalam mendukung keputusan strategis berbagai mitra bisnis. Hingga 2024, lebih dari 100 riset telah dirilis, mencakup berbagai sektor industri. Selain itu, kolaborasi PIER dengan Bangkok Bank menjadi langkah strategis untuk mendukung riset pasar ASEAN, mempertegas peran Indonesia di kawasan.
Melalui publikasi seperti Economic Outlook 2025, Permata Bank dan PIER berkomitmen menyediakan informasi berbasis data yang dapat diandalkan. “Kami percaya riset yang kuat dan dialog konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan dapat menjadi pondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan,” tukas Josua.
Peluncuran laporan ini diharapkan memberikan wawasan berharga bagi pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat untuk memanfaatkan peluang sekaligus mengatasi tantangan yang ada. Dengan memanfaatkan potensi domestik secara maksimal, Indonesia diyakini mampu menjaga daya saing di tengah dinamika ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









