Menkeu Mundur, Ekonomi Kanada Mulai Tertekan

AKURAT.CO Menteri Keuangan Canada, Chrystia Freeland merupakan sosok yang dikenal sebagai penjaga stabilitas fiskal Kanada namun sayangnya, baru-baru ini dirinya resmi mengundurkan diri dari kabinet Justin Trudeau.
Dimana langkah yang diambil oleh Freeland tersebut tak hanya menimbulkan guncangan politik, tetapi juga memicu reaksi negatif di pasar keuangan. Tak hanya itu saja ancaman tarif dari pemerintahan Trump yang akan datang menambah ketidakpastian ekonomi Kanada.
Dalam surat pengunduran dirinya, Freeland menyoroti pentingnya menjaga stabilitas fiskal untuk menghadapi ancaman perang tarif dari Amerika Serikat.
Baca Juga: RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Kanada Lewat TCTM
Dirinya juga menyinggung kebijakan populis pemerintah, seperti Tax Holiday dan cek bantuan, yang menurutnya tidak selaras dengan kebutuhan ekonomi jangka panjang.
Efek dari pengunduran Freeland dikabarkan langsung terasa di pasar. Dimana nilai tukar dolar Kanada melemah ke CAD1.4271/dolar AS, sementara obligasi dua tahun melonjak hingga 3,05%.
Para analis menyebut pernyataan Freeland soal 'tidak adanya ruang fiskal' memicu kekhawatiran besar di kalangan investor.
Menurut Manulife Investment Management, Dominique Lapointe menyebut bahwa mundurnya Freeland menambah tekanan di tengah volatilitas ekonomi global.
“Ini adalah waktu yang krusial, dan pengunduran dirinya meninggalkan kekosongan kepemimpinan dalam hal kebijakan fiskal,” ujarnya.
Sebab seperti yang kita ketahui bersama, lanjutnya, Freeland dikenal sebagai tokoh yang tegas dalam menjaga anggaran dan menavigasi Kanada melewati tantangan ekonomi.
"Ketiadaannya memunculkan kekhawatiran bahwa strategi pemerintah Trudeau kini kehilangan arah yang jelas. Selain itu, absennya sosok pengganti yang solid memperburuk sentimen pasar," paparnya.
Keputusan Trudeau untuk tetap melanjutkan pembaruan fiskal tanpa Freeland juga dinilai berisiko.
“Siapa pun yang mempresentasikan pembaruan ini harus mendapatkan kepercayaan dari pasar, dan itu tidak mudah dalam situasi seperti ini,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










