Akurat
Pemprov Sumsel

Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump Mampu Pengaruhi Inflasi AS

Demi Ermansyah | 2 Februari 2025, 23:45 WIB
Ketidakpastian Kebijakan Tarif Trump Mampu Pengaruhi Inflasi AS

AKURAT.CO Gubernur The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyoroti ketidakpastian kebijakan ekonomi pemerintahan Donald Trump sebagai salah satu faktor yang dapat mempengaruhi inflasi AS di masa depan.

Dalam wawancara dengan CNBC, dikutip Minggu (2/2/2025), Goolsbee menyatakan bahwa ketidakpastian fiskal dari Gedung Putih dan Kongres bisa berdampak langsung pada harga barang dan jasa di AS. 
 
"Saat ini ada banyak ketidakpastian dalam kebijakan ekonomi. Kalau itu berdampak pada harga, maka otomatis akan berpengaruh pada keputusan kami juga," ujarnya. 
 
 
Pemerintahan Trump dikenal dengan kebijakan ekonomi yang agresif, termasuk kebijakan perdagangan dan tarif yang dapat memicu naiknya harga barang impor.  
 
Di sisi lain, Trump juga tengah mengusulkan pemotongan pajak tambahan serta kebijakan fiskal yang bisa meningkatkan belanja pemerintah. Langkah ini, menurut beberapa ekonom, bisa berpotensi memanaskan inflasi kembali.  
 
Meski data terbaru menunjukkan inflasi inti hanya naik 0,2% dari bulan sebelumnya dan 2,8% dari tahun lalu, The Fed tetap harus waspada terhadap perubahan kebijakan fiskal yang bisa mempercepat pertumbuhan harga dalam beberapa bulan mendatang. 
 
Untuk saat ini, The Fed masih menahan suku bunga di kisaran 4,25%-4,5% agar bisa lebih dulu melihat dampak dari kebijakan ekonomi yang sedang berjalan.  
 
Ketua The Fed, Jerome Powell juga menegaskan bahwa bank sentral akan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka ingin memastikan bahwa inflasi benar-benar stabil sebelum memangkas suku bunga lebih lanjut.  
 
Sementara itu, pelaku pasar dan investor masih menunggu langkah kebijakan Trump berikutnya. "Jika kebijakan fiskal pemerintah terlalu agresif, The Fed mungkin harus lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga agar tidak memicu kenaikan inflasi kembali," ucap Jerome. 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.