Biaya Hidup Naik, Dukungan Turun? Partai Berkuasa Singapura Hadapi Ujian Berat di Pemilu 2025

AKURAT.CO Pemilihan Umum di Singapura yang akan dijadwalkan pada November 2025 mendatang diprediksi akan menjadi tantangan besar bagi Partai Aksi Rakyat (PAP). Salah satu faktor utama yang bisa mempengaruhi hasil pemilu adalah meningkatnya biaya hidup yang masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Milieu Insight, sekitar 55% warga Singapura merasa bahwa anggaran terbaru pemerintah tidak cukup untuk membantu mereka menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok.
Tentunya hal ini berpotensi melemahkan dukungan terhadap partai berkuasa di tengah situasi ekonomi yang melambat.
Mengutip dari laman bloomberg, Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong beberapa waktu lalu mengumumkan anggaran belanja senilai SGD124 miliar atau setara USD92,8 miliar. Dimana dari anggaran tersebut mencakup berbagai program bantuan sosial, termasuk voucher belanja dan subsidi bagi lansia.
Baca Juga: Singapura Ingin Impor Listrik RI, Bahlil Sebut Syaratnya Investasi ke Sektor Hilirisasi
Namun sayangnya, masih banyak warga yang skeptis apakah kebijakan ini mampu mengimbangi kenaikan biaya hidup yang terus meningkat.
Selain tantangan ekonomi domestik, Singapura juga harus menghadapi dampak dari ketegangan perdagangan global. Perang tarif yang kembali mencuat antara negara-negara besar bisa semakin menekan pertumbuhan ekonomi negara ini.
Seperti yang diketahui, saat ini, inflasi inti Singapura memang sudah menurun ke level 1,8% pada Desember 2024, yang merupakan angka terendah sejak 2021. Namun, pertumbuhan ekonomi negara ini diproyeksikan hanya mencapai 1%-3% pada 2025, turun dari 4,4% pada 2024.
Dengan kondisi ini, pemerintah harus berupaya lebih keras untuk meyakinkan masyarakat bahwa kebijakan ekonomi yang diterapkan dapat menjaga stabilitas keuangan mereka.
Tentunya, hal tersebut mampu menjadi sebuah sinyal peringatan bagi partai berkuasa, pada pemilu sebelumnya, isu ekonomi acap kali menjadi faktor penentu kemenangan. Dengan pemilu yang semakin dekat dan tantangan ekonomi yang belum sepenuhnya teratasi, masih menjadi pertanyaan besar apakah Partai Aksi Rakyat bisa mempertahankan dominasinya di Singapura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









