Berharap pada Belanja Pemerintah di tengah Pelemahan Daya Beli

AKURAT.CO Di tengah maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di sektor manufaktur, ada optimisme terhadap pemulihan daya beli masyarakat yang didorong oleh investasi pemerintah dalam program-program prioritasnya.
Menurut Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menegaskan bahwasanya investasi yang digelontorkan pemerintah tidak hanya mampu membuka lapangan pekerjaan baru, akan tetapi berpotensi menjaga kestabilan ekonomi nasional sepanjang 2024.
“Kita sudah melihat bahwa kenyataan di lapangan, sudah terjadi PHK di berbagai industri manufaktur. Namun, kami tetap melihat bahwa investasi ke depannya pun juga akan bisa menyerap tenaga kerja,” ujar Josua saat agenda public expose Permata Bank di Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Lebih lanjut, Josua menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan 3 juta rumah sebagai contoh inisiatif prioritas pemerintah yang diyakini mampu memberi kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Menurutnya, dengan adanya proyek padat karya seperti ini, peluang kerja baru dapat tercipta terutama bagi sektor informal yang selama ini mendominasi penyerapan tenaga kerja.
Dalam lima tahun terakhir, daya beli masyarakat mengalami tekanan signifikan akibat melambatnya pertumbuhan pendapatan.
"Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya jumlah pekerja di sektor non formal, yang umumnya memiliki pendapatan tidak tetap," ucapnya.
Oleh karena itu, Josua menilai langkah pemerintah yang mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor formal menjadi kunci memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah juga telah memberikan insentif, seperti diskon listrik pada dua bulan pertama tahun ini, yang diharapkan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memprediksi adanya potensi peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Faktor musiman ini diyakini turut mendorong aktivitas belanja masyarakat yang sebelumnya tertahan akibat tekanan biaya hidup.
“Deflasi dua bulan berturut-turut itu mestinya kita melihat ada pengeluaran yang berkurang untuk pembayaran listrik, tapi juga mestinya ada sisi lain yang dialokasikan untuk konsumsi lainnya,” tambah Josua.
Selain faktor musiman, Josua juga memperkirakan dampak El Nino yang sempat menekan sektor pangan perlahan akan mereda, sehingga memberi ruang bagi pemulihan daya beli masyarakat.
Dengan kombinasi berbagai stimulus kebijakan dan proyek strategis pemerintah, dirinya optimistis laju ekonomi nasional bisa tetap terjaga di tengah tantangan global maupun domestik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








