Tekanan Sanksi Ekonomi Menguat, PM Inggris Tantang Putin Segera Akhiri Perang

AKURAT.CO Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mendesak negara-negara Barat untuk memperkuat tekanan ekonomi terhadap Rusia jika Presiden Vladimir Putin terus menunda gencatan senjata di Ukraina.
Dimana seruan tersebut ia sampaikan menjelang pertemuan virtual dengan para pemimpin dunia yang memiliki pandangan serupa.
Pernyataan Starmer muncul setelah Putin menunjukkan keinginannya untuk membahas proposal gencatan senjata dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Namun, Putin tidak memberikan komitmen pasti tanpa menyelesaikan akar konflik yang ada.
Mengutip dari laman Bloomberg, Rusia sampai saat ini tidak menunjukkan keseriusan dalam mengupayakan perdamaian.
Baca Juga: Rusia Kian Getol Pakai Kripto Saat Transaksi Minyak dengan China dan India
"Ketidakpedulian total Kremlin terhadap proposal gencatan senjata Presiden Trump hanya membuktikan bahwa Putin tidak serius mengupayakan perdamaian,” ujar Starmer.
Ia menegaskan bahwa jika Rusia benar-benar siap berunding, maka dunia harus siap mengawasi gencatan senjata. Namun, jika tidak, tekanan ekonomi terhadap Rusia harus semakin diperkuat untuk memaksa berakhirnya perang.
Meskipun begitu, tantangan besar tetap ada. Rusia menegaskan tidak akan menerima keberadaan pasukan NATO di Ukraina pasca perang, serta menuntut netralitas Ukraina dan pengurangan kekuatan militernya.
Sejumlah pemimpin Barat percaya bahwa memperketat sanksi ekonomi dapat menjadi cara efektif untuk mendorong Rusia ke meja perundingan.
Baca Juga: Kisruh Trump dan Zelensky, Akankah Rusia Diuntungkan?
Dalam beberapa tahun terakhir, sanksi yang diberlakukan terhadap sektor energi dan keuangan Rusia telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi negara tersebut.
“Putin berusaha mengulur waktu dengan studi panjang dan persyaratan yang tidak masuk akal. Dunia membutuhkan tindakan nyata,” tegas Starmer.
Meskipun demikian, efektivitas sanksi tambahan masih menjadi perdebatan. Beberapa negara Eropa yang bergantung pada energi Rusia tetap ragu untuk menerapkan sanksi lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







