Negara Eksportir Untung, Importir Tertekan Energi, Kok Bisa?

AKURAT.CO Lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah mulai menggeser keseimbangan ekonomi global, memicu tekanan di negara importir dan keuntungan bagi eksportir energi.
Dikutip dari laman bloomberg, ekspor minyak Amerika Serikat melonjak di atas 5 juta barel per hari, tertinggi sejak September 2025.
Sedangkan Norwegia juga mencatat rekor ekspor minyak yang mendorong surplus perdagangan ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.
Di sisi lain, Korea Selatan mengalami lonjakan harga impor terbesar dalam hampir tiga dekade akibat kenaikan biaya energi dan pelemahan nilai tukar.
Baca Juga: AS Perpanjang Waiver Pembelian Minyak Rusia hingga 16 Mei di Tengah Lonjakan Harga Energi
Diketahui, perubahan pada harga energi secara historis selalu berdampak pada redistribusi kekuatan ekonomi global.
Negara eksportir energi cenderung diuntungkan, sementara negara importir menghadapi tekanan inflasi dan defisit perdagangan.
Sementara itu, pasar keuangan juga menunjukkan pergeseran. Kapitalisasi pasar saham Taiwan mencapai USD4,14 triliun, melampaui Inggris yang sebesar USD4,09 triliun, didorong sektor teknologi.
Tentunya, kenaikan harga energi berdampak langsung pada biaya hidup masyarakat, terutama melalui harga bahan bakar.
Analisis GasBuddy menunjukkan tekanan ekonomi justru lebih terasa di kota kecil seperti Nashville dan Indianapolis dibanding kota besar.
Di sektor industri, perusahaan otomotif seperti Stellantis mencatat kenaikan pengiriman global 12%, dengan pertumbuhan 17% di Amerika Utara, menunjukkan permintaan tetap kuat di tengah gejolak.
Baca Juga: Menkeu Soroti Harga Energi di Balik Revisi Outlook Bank Dunia
Namun, tekanan biaya energi berpotensi menekan sektor manufaktur dan konsumsi jika berlangsung lama.
Tidak hanya itu saja, bank sentral global mulai merespons tekanan inflasi. European Central Bank diperkirakan menaikkan suku bunga 0,25 poin persentase pada Juni.
Oleh karena itu, pasar akan memantau apakah lonjakan harga energi bersifat sementara atau berkembang menjadi krisis energi berkepanjangan yang memengaruhi pertumbuhan global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








