Menko Airlangga Tawarkan RI Jadi Pusat Data AI Asia ke Investor China

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan delegasi Pemerintah Provinsi Hebei, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang dipimpin Wakil Gubernur Zhao Chenxin di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah baru penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-China, terutama pada sektor hilirisasi industri, smart technology, hingga pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Airlangga menegaskan posisi China sebagai mitra dagang dan investasi strategis Indonesia. Ia menyebut total perdagangan Indonesia dengan China kini mencapai tiga kali lipat dibandingkan total perdagangan Indonesia dengan kawasan Eropa maupun Amerika Serikat.
Baca Juga: Menko Airlangga: DHE SDA Wajib Masuk Sistem Keuangan RI 100 Persen
“Indonesia saat ini sangat mendorong investasi karena memiliki multiplier effect yang besar terhadap ekonomi nasional, baik dalam penciptaan lapangan kerja maupun peningkatan devisa dari hasil produksi,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (27/5/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai perdagangan Indonesia-China sepanjang 2025 tercatat menjadi yang terbesar dibanding mitra dagang lain. China juga masih menjadi sumber utama impor bahan baku industri dan salah satu investor terbesar di sektor pengolahan logam, energi, hingga teknologi.
Pemerintah menilai momentum ini penting di tengah upaya mempercepat transformasi industri nasional melalui program hilirisasi. Airlangga menekankan bahwa kerja sama dengan China telah berkontribusi besar dalam pengembangan hilirisasi nikel dan bauksit yang kini menjadi fokus utama pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah ekspor.
Tak hanya sektor mineral, pemerintah juga mulai mengarahkan investasi baru ke industri berbasis teknologi tinggi.
Dalam pertemuan itu, Airlangga menawarkan sejumlah kawasan strategis di Indonesia untuk pengembangan industri smart technology dan AI, termasuk pembangunan pusat data internasional.
Salah satu wilayah yang disorot ialah Sulawesi Utara. Pemerintah menilai kawasan Indonesia Timur tersebut memiliki posisi strategis sebagai gerbang konektivitas data global karena terhubung langsung dengan jaringan transmisi internasional menuju Amerika Serikat.
“Sulawesi Utara memiliki keunggulan geografis untuk pengembangan data center karena terkoneksi dengan jalur transmisi global sehingga lebih efisien untuk akses data lintas negara,” kata Airlangga.
Baca Juga: Airlangga Banggakan Pertumbuhan Ekonomi RI Lampaui China hingga AS
Langkah ini dinilai sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan pusat data di Asia Tenggara. Laporan sejumlah lembaga riset internasional menunjukkan permintaan data center regional terus meningkat seiring ekspansi layanan AI, cloud computing, dan ekonomi digital.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Hebei menyatakan minat memperluas investasi di Indonesia. Wakil Gubernur Zhao Chenxin menyampaikan apresiasi terhadap langkah pemerintah Indonesia dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui berbagai reformasi kebijakan ekonomi.
“Kami akan mendorong komunitas bisnis di Hebei untuk memperluas ekspansi investasi di Indonesia, khususnya pada sektor smart technology dan AI,” ujar Zhao Chenxin.
Provinsi Hebei sendiri dikenal sebagai salah satu pusat industri manufaktur dan teknologi di China yang dalam beberapa tahun terakhir agresif mengembangkan industri berbasis digital serta AI.
Selain investasi teknologi, kedua pihak juga mulai membahas penguatan efisiensi logistik melalui pengembangan jalur pelayaran langsung atau shipping line. Pemerintah Indonesia menilai efisiensi logistik masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), lebih tinggi dibanding beberapa negara ASEAN lainnya. Penguatan konektivitas pelayaran dinilai penting untuk memangkas biaya distribusi dan mempercepat arus perdagangan.
Airlangga menyatakan Indonesia juga tertarik mempelajari pengalaman China dalam membangun sistem logistik dan shipping line yang efisien untuk mendukung perdagangan internasional.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk menjaga komunikasi intensif guna menindaklanjuti peluang investasi dan kerja sama strategis lainnya. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat hilirisasi dan ekonomi digital baru di kawasan Asia Tenggara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9PPh Final Royalti 1,5 Persen bagi Penulis Diberlakukan, Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
- 10Kasus Penipuan Kripto Jalan di Tempat, Polda Metro Jaya Diminta Segera Beri Kepastian Hukum










