Akurat
Pemprov Sumsel

Data Polda Metro Jaya: Terjadi 11.629 Kecelakaan Lalu Lintas Sepanjang 2023, Naik 11 Persen Dibanding 2022

Dwana Muhfaqdilla | 3 Maret 2024, 11:14 WIB
Data Polda Metro Jaya: Terjadi 11.629 Kecelakaan Lalu Lintas Sepanjang 2023, Naik 11 Persen Dibanding 2022

 

AKURAT.CO Polda Metro Jaya mencatat terdapat peningkatan kasus kecelakaan lalu lintas sepanjang 2023. Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Suyudi Ario Seto, mengungkapkan angka tersebut sebanyak 11.629 kasus, naik 11 persen dibanding 2022.
 
“Berdasarkan data jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2023, ada sebanyak 11.629 kasus. Yang mana bila dibandingkan dengan tahun 2022 yang berjumlah 10.494 kasus, terjadi peningkatan 11 persen. Hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian kita bersama,” kata Brigjen Suyudi dalam apel Keselamatan Jaya 2024 di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, dikutip Minggu (3/3/2024).
 
Menurutnya, kemacetan dan kecelakaan menjadi permasalahan utama dalam berlalu lintas, apalagi sampai merenggut nyawa seseorang.
 
Penyebabnya adalah rendahnya kesadaran dalam berlalu lintas yang dipicu dari pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi atau human error.
 
 
“Untuk mengurangi angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas kunci utama, yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kesadaran berlalu lintas yang baik di masyarakat,” tambahnya.
 
Selain itu, Polda Metro Jaya beserta jajaran dan instansi terkait akan melaksanakan kegiatan operasi Keselamatan Jaya 2024 selama 14 hari, terhitung dari 4 Maret-17 Maret 2024.
 
Kegiatan ini akan melibatkan 2.939 personil yang terdiri dari 2.659 personil Polri, 80 personil TNI, 30 personil Dinas Perhubungan dan 30 personil dari Satpol-PP.
 
Lebih lanjut, operasi ini merupakan jenis operasi Harkamtibmas di bidang lalu lintas yang mengedepankan kegiatan edukatif, persuasif dan humanis. Kemudian didukung dengan penegakkan hukum secara elektronik, baik statis maupun mobile dan teguran simpatik.
 
 
“Kegiatan ini juga sekaligus sebagai bentuk upaya menciptakan kondisi Kamsetibcarlantas menjelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriyah, sehingga diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan disiplin dalam berlalu lintas serta angka kecelakaan pada bulan Ramadan dapat berkurang” ujarnya.
 
Selain itu, kegiatan operasi ini akan mengedepankan upaya-upaya edukasi, preemtif, preventif, dan juga penegak hukum dengan cara mengoptimalkan Etle atau tilang secara elektronik.
 
Adapun sasarannya adalah pengendara yang melawan arus, mabuk, tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan helm, pengguna sirine strobo yang secara liar, dan beberapa pelanggaran lainnya.
 
"Kami mohon dukungan dari segenap masyarakat khususnya di Jakarta agar dapat menghargai petugas kami di lapangan, dapat bekerja sama dan berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terutama dalam hal berlalu lintas,” tutupnya.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.