Kebakaran Terra Drone, Pramono Soroti Pemadaman Internal Minim hingga Jalur Evakuasi Tak Memadai

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyoroti lemahnya sistem keselamatan di Gedung Terra Drone, hingga menyebabkan kebakaran yang besar. Dia menilai, insiden ini mencerminkan buruknya kesiapan pengelola gedung dalam menghadapi keadaan darurat.
Dia mengatakan, gedung tujuh lantai itu tidak memiliki jalur evakuasi memadai. Padahal, menurutnya, fasilitas pemadam kebakaran internal semestinya tersedia dan berfungsi.
"Ini menunjukkan lantai enam, tetapi tidak dipersiapkan untuk evakuasi dan sebagainya," kata Pramono di lokasi kebakaran.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Tanggung Biaya Penanganan Korban Kebakaran Gedung Terra Drone
Selain itu, sistem pemadaman internal sebenarnya ada, namun tidak dapat digunakan dalam kondisi darurat. "Untuk kasus seperti ini mereka tidak persiapkan sama sekali. Apa yang terjadi sekarang adalah cerminan dari hal itu," tegasnya.
Di tengah kritik terhadap standar keselamatan gedung, Pramono memastikan Pemprov Jakarta menanggung seluruh kebutuhan korban. Pemerintah daerah telah menyiapkan fasilitas pemakaman bagi seluruh korban meninggal.
Baca Juga: Kronologi Detik-detik Kebakaran Maut Terra Drone Cempaka Putih
"Semua yang meninggal menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta untuk penguburan dan sebagainya. Tadi saya sudah telepon Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan Kota untuk disiapkan," katanya.
Untuk korban luka, Pramono memastikan seluruh biaya perawatan dan rujukan akan ditanggung pemerintah. "Yang sakit dan luka menjadi tanggung jawab Pemerintah DKI Jakarta," pungkasnya.
Hingga kini, proses evakuasi, pendataan korban, dan penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung di bawah koordinasi aparat kepolisian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







