Perluas Layanan Air Bersih, Pemprov Jakarta dan PAM Jaya Jalin Kerja Sama Internasional

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta bersama PAM Jaya menjajaki kerja sama strategis dengan Bin Zayed International guna memperkuat penyediaan air bersih berkelanjutan.
Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) sebagai tahap awal pembahasan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Jakarta.
Penjajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara pihak Bin Zayed International dan Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Komunikasi awal itu membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur dasar dan layanan perkotaan.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, kolaborasi menjadi kunci untuk mencapai target cakupan layanan air minum 100 persen di Jakarta.
"Arahan bapak gubernur dan bapak wagub sangat jelas. Bahwa pemenuhan layanan dasar warga harus dilakukan secara serius, terukur dan terbuka terhadap kolaborasi," ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga: Atasi Keterbatasan Suplai Air Bersih, PAM Jaya Resmikan IPA Portabel di Kelurahan Semanan
Arief menjelaskan, PAM Jaya membutuhkan mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, serta teknologi mumpuni untuk menjawab tantangan penyediaan air bersih.
"PAM Jaya memiliki target besar untuk mencapai seratus persen cakupan layanan air minum di Jakarta. Karena itu, kami perlu membangun kerja sama dengan mitra-mitra yang memiliki kapasitas, pengalaman, teknologi, dan komitmen jangka panjang," katanya.
Selain perluasan layanan, PAM Jaya juga menghadapi tantangan besar dalam menekan tingkat Non-Revenue Water (NRW) di tengah kompleksitas infrastruktur bawah tanah Jakarta.
"Pengurangan NRW menjadi salah satu pekerjaan besar PAM Jaya. Di Jakarta, tantangannya tidak sederhana karena kepadatan bangunan, jaringan utilitas yang kompleks, dan kebutuhan layanan yang terus meningkat," ujarnya.
Arief menambahkan, kerja sama dengan pihak internasional, seperti Bin Zayed International, diharapkan dapat menghadirkan dukungan teknologi dan investasi yang relevan.
Baca Juga: PAM Jaya Bersama TP PKK Bagi-bagi Toren Air Gratis di Jakarta Utara
"Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Bin Zayed International, menjadi penting untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, investasi, dan pengalaman internasional yang relevan bagi Jakarta," jelasnya.
Selain sektor air minum, Bin Zayed International juga menunjukkan minat pada proyek infrastruktur strategis di Jakarta. Termasuk potensi keterlibatan dalam pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa.
PAM Jaya sebelumnya juga telah membuka komunikasi dengan sejumlah negara, seperti Turki dan Swiss, untuk memperluas peluang kerja sama dan pertukaran teknologi dalam peningkatan layanan air bersih.
Arief menekankan bahwa penandatanganan NDA bukan sekadar formalitas, melainkan langkah awal menuju kerja sama yang profesional dan akuntabel.
"Penandatanganan NDA ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah pintu masuk untuk memastikan setiap proses kerja sama dilakukan secara profesional, akuntabel, dan berbasis kajian yang matang," katanya.
Baca Juga: DPRD Jakarta Tekankan Raperda SPAM Bukan Atur Perubahan PAM Jaya Jadi Perseroda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





