PAM Jaya Cari Mitra Strategis Kejar Layanan Air 100 Persen

AKURAT.CO PAM Jaya memulai proses market sounding untuk mencari mitra strategis dalam pembangunan empat Instalasi Pengolahan Air (IPA), sebagai upaya mempercepat pencapaian layanan air minum perpipaan 100 persen di Jakarta pada 2029.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan, pembangunan empat IPA baru menjadi langkah mitigasi atas keterlambatan proyek Bendungan Karian yang hingga kini belum beroperasi akibat kendala teknis.
"Market sounding ini merupakan salah satu tahapan dalam proses pelelangan atau bidding untuk mencari mitra strategis PAM Jaya. Langkah ini dilakukan dalam rangka pembangunan tambahan empat IPA sebagai upaya mitigasi atas keterlambatan proyek Bendungan Karian," katanya, kepada wartawan di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Arief menyebut percepatan pembangunan dilakukan untuk memenuhi arahan Gubernur DKI Jakarta agar target cakupan layanan air perpipaan 100 persen dapat tercapai pada 2029. Lebih cepat dari target semula.
"Mudah-mudahan prosesnya tidak memakan waktu terlalu lama. Saya telah meminta direktur bisnis strategik agar proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 12 bulan, meskipun target tersebut sangat ketat," ujarnya.
Baca Juga: Dari Galian Jalan ke Air Jernih, Warga Condet Mulai Menikmati Hasil Pembangunan PAM Jaya
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan, percepatan tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi sekitar 13 hingga 14 juta orang yang beraktivitas setiap hari di Jakarta, termasuk para komuter.
Selain meningkatkan pelayanan, menurutnya, perluasan layanan air perpipaan juga menjadi upaya menekan penggunaan air tanah yang menjadi salah satu penyebab penurunan muka tanah di Jakarta.
"Harapan kami ketika layanan air minum perpipaan mencapai 100 persen pada 2029, masyarakat tidak lagi bergantung pada air tanah. Dengan demikian, laju penurunan muka tanah dapat ditekan," kata Afan.
Arief menambahkan, proyek pembangunan empat IPA akan dibiayai melalui skema creative financing dengan pola public-private partnership (PPP) atau kerja sama bisnis ke bisnis (B2B). Sehingga tidak bergantung pada APBD.
Menurutnya, nilai investasi belum dapat diungkapkan karena masih berada pada tahap market sounding.
Baca Juga: TP PKK Bersama PAM Jaya Salurkan Ratusan Toren Air untuk Warga Kurang Mampu di Pulo Gebang
"Nilainya cukup besar dan bersifat material, namun demi menjaga proses kompetisi yang sehat, angka tersebut belum dapat dipublikasikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








