Alasan Trenggiling Hampir Punah, Diburu Manusia Untuk Buat Narkoba Jenis Sabu

AKURAT.CO Hewan yang mengubah bentuk menjadi seperti bola saat merasakan ada ancaman disebut dengan trenggiling. Trenggiling atau juga disebut tenggiling merupakan hewan yang bersisik. Hewan ini menjadi salah satu hewan jenis mamalia yang sudah mulai punah, di Indonesia trenggiling menjadi salah satu hewan yang dilindungi.
Dikutip dari lindungihutan. Trenggiling merupakan hewan jenis mamalia yang termasuk dalam Ordo Pholidota, dan secara alami bisa ditemukan di dataran Afrika dan Asia.
Hewan ini menjadi salah hewan pemakan rayap atau semut, dan kata trenggiling berasal dari bahasa melayu yang berarti pengguling atau guling.
Baca Juga: Malaysia Gagalkan Selundupan 6 Ton Gading Gajah hingga Sisik Trenggiling, Nilainya Rp269 M!
Untuk jenis trenggiling yang banyak dijumpai di Indonesia bernama latin Manis Javanica atau dalam bahasa Inggrisnya yakni ponglin. Pada tubuh trenggiling, tepatnya di punggungnya terdapat kulit yang berbentuk sisik, sehingga menjadi daya tarik dan digunakan sebagai senjata perlindungan diri saat ada predator yang ingin memangsanya.
Trenggiling akan mengibaskan sisik dengan cara menggulingkan badannya pada saat ingin melawan predator yang menyerang.
Trenggiling tiap tahunnya semakin punah, hal ini disebabkan oleh banyak orang atau kelompok tertentu yang memburunya, perburuan pada trenggiling dilakukan karena nilai jual daging dan sisiknya yang masih banyak dipercaya oleh masyarakat untuk dijadikan sebagai obat tradisional.
Diakibatkan kelangkaan dan seringnya diburu, trenggiling pun menjadi hewan yang dilindungi dengan Peraturan Pemerintah P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.
Baca Juga: Terancam Punah, Trenggiling Kini Jadi Target Sandera oleh Kelompok Pemberontak Kongo
Habitat Trenggiling
Seperti yang sudah disebutkan di atas, persebaran dan habitat dari trenggiling ialah bisa ditemui di beberapa daerah di daratan Afrika dan Asia. Ada empat jenis trenggiling yang tersebar di daratan Afrika dan Asia. Dikutip dari berbagai sumber berikut ini persebaran dan jenis trenggiling:
- Trenggiling jenis Manis crassicaudata, jenis trenggiling ini tersebar di beberapa wilayah Asia seperti di Bangladesh, India, Nepal, Sri langka, dan Pakistan.
- Jenis Manis culionensis, jenis trenggiling tersebar di Filipina seperti di pulau palwan, pulau coron, pulau Dumaran, pulau Busuanga, dan pulau Balabac.
- Kemudian ada jenis trenggiling Manis javanica, jenis ini banyak tersebar di Indonesia, Kamboja, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, Laos Thailand, Vietnam, dan Myanmar.
- Manis pentadactyla merupakan jenis trenggiling yang tersebar di Bhutan, Nepal, Taiwan, Hongkong, Vietnam, Thailand, Indonesia, dan Tiongkok.
Sedangkan untuk persebaran jenis trenggiling yang ada di wilayah Afrika. Sama halnya di wilayah Asia, berdasarkan jenis trenggilingnya ada 4 jenis persebaran trenggiling di wilayah Afrika yaitu:
- Phataginus tetradactyla, jenis trenggiling ini tersebar di Kongo, Ghana, Gabon, Nigeria, dan Liberia.
- Phataginus tricupis, jenis ini merupakan trenggiling yang tersebar di Afrika Tengah, Kongo, Angola, Benin dan Kamerun.
- Smutsia temminckii, yang tersebar di Kenya, Malawi, Monzabimbiq, Namibia, Afrika Selatan, dan Ethiopia.
- Smutsia gigantea yang tersebar di di Rwanda, Kamerun, Afrika Tengah, Kongo, Gabon, Guinea, Liberia, Senegal, Sierra Leone, Uganda, dan Tanzania.
Sebagaimana yang dijelaskan di atas terkait persebaran trenggiling di wilayah Afrika dan Asia. Hal ini disebabkan oleh habitat trenggiling yang mendiami tempat dengan ekosistem yang hutan hujan tropis dan dataran rendah.
Selain itu, habitat dari hewan ini juga tergantung dari jenis trenggilingnya seperti mulai dari habitat di hutan primer, hutan sekunder, savana terbuka sampai dengan perkebunan yang ada di sekitar permukiman manusia.
Manfaat Sisik Trenggiling
Dikatakan sebagai salah satu hewan yang langka, trenggiling dianggap sebagai hewan yang memiliki manfaat untuk obat tradisional. Hal ini sampai sekarang masih dipercayai oleh sebagian masyarakat, karena manfaat dari daging dan sisiknya inilah trenggiling di buru dan menjadi hewan yang hampir punah.
Trenggiling dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak Banyadu sebagai bahan untuk mengobati pegal-pegal. Yang mana dalam hal ini sisik dari trenggiling direbus kemudian air rebusannya diminum.
Masyarakat di desa Palapulau memanfaatkan sisik trenggiling untuk penyembuhan sakit pinggang, yang mana sisik trenggiling diolah dengan cara dibakar kemudian dihaluskan lalu dioleskan pada pinggang atau langsung dimakan setelah dibakar.
Sedangkan zat yang terdapat dalam sisik trenggiling menyebabkan hewan ini sering kali diburu. Sisik trenggiling terbuat dari protein yang sama seperti zat yang terkandung pada rambut dan kuku manusia. Protein yang terkandung ialah terdiri dari keratin.
Pada trenggiling jenis Manis javanica mengandung zat aktif Tramadol HCL yang merupakan partikel pengikat zat seperti yang terdapat pada psikotropika jenis sabu-sabu.
Pada lidah trenggiling banyak mengandung lemak kasar, sisik tinggi akan kandungan bruto energi dibandingkan dengan daging, hati dan lidah. Karbohidrat pada trenggiling paling tinggi berada pada hatinya. Hal ini dikarenakan hati membuat fosfolipid serta mengubah karbohidrat dan protein berlebihan menjadi lemak sebagai cadangan energi.
Dari penjelasan manfaat trenggiling di atas, dapat disimpulkan bahwa penyebab dari banyak perburuan terhadap trenggiling disebabkan oleh banyaknya manfaat pada bagian tubuh trenggiling yang bisa dijadikan obat pereda rasa nyeri, dan obat bius sejenis tramadol.
Namun dikarenakan salah satu manfaatnya yang bisa dijadikan pembuatan obat psikotropika jenis sabu-sabu inilah yang membuat trenggiling banyak diburu dan hampir punah.
Di sisi lain, kepunahan trenggiling disebabkan oleh kepercayaan masyarakat terhadap daging dan sisik trenggiling yang bisa dijadikan obat tradisional dalam mengatasi pegal-pegal. Masyarakat yang masih percaya akan manfaat daging dan sisik trenggiling ialah masyarakat Dayak Banyduk dan palapulau dari dari Kalimantan Barat.[] (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










