DPR Soal Serangan Iran: Israel Biang Kerok Konflik dan Instabilitas Dunia

AKURAT.CO Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, menyesalkan eskalasi konflik Timur Tengah yang memanas akibat serangan drone-drone dan rudal balistik Iran ke wilayah pendudukan Israel.
Serangan itu dikhawatirkan meningkat tensi konflik dan instabilitas politik Timur Tengah dan dunia. Namun, Jazuli secara tegas menyatakan bahwa biang kerok itu semua adalah Israel.
“Kebiadaban Israel membuat negara-negara lain marah dan mengecam entitas zionis tersebut. Pasalnya Israel seperti kebal dan tidak terjamah hukum internasional. Karena selama ini mendapat back up dari negara-negara besar yang berperilaku hipokrit dan standar ganda seperti AS, Inggris, Australia dan Eropa,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (16/4/2024).
Baca Juga: Wanita di Depok jadi Korban Penipuan dari Aplikasi Kencan Online, Satu Motor dan Ponsel Raib
Berbagai resolusi dilanggar termasuk resolusi gencatan senjata DK PBB terkahir, PBB pun seolah tak kuasa memberi sanksi, sementara dunia terus menyaksikan di depan mata korban sipil rakyat Palestina berjatuhan secara memilukan.
Ribuan anak-anak, perempuan, dan orang tua tewas menyedihkan oleh mesin perang Israel.
"Dengan demikian, serangan yang dilakukan oleh negara-negara dan kelompok-kelompok perlawanan pro Palestina seperti Lebanon, Suriah, Yaman, dan Iran hanyalah respon dari kebiadaban dan kepongahan Israel. Apalagi Israel juga secara agresif menyerang kedaulatan negara tersebut terutama dalam kasus retaliasi Iran," tegasnya.
Baca Juga: Sidang Syarul Yasin Limpo, Jaksa KPK Hadirkan 4 Saksi dari Kementan
Menurut Anggota Komisi I DPR ini, semua negara yang beradab termasuk Indonesia sangat menjunjung tinggi perdamaian dunia. Bagi Indonesia perdamaian dunia adalah amanat konstitusi dan menjadi tujuan bernegara.
"Dengan posisi tersebut, Indonesia tidak menyetujui segala bentuk perang dan pengerahan senjata karena hanya menyebabkan korban sipil dan mengancam perdamaian dunia. Tapi saat yang sama Indonesia antipenjajahan seperti yang dilakukan Israel, sebaliknya mendukung segala upaya mewujudkan kemerdekaan rakyat Palestina," ucapnya.
Oleh karena itu, Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia ini meminta seluruh negara dan badan dunia seperti PBB bersikap tegas, tidak hipokrit dan standar ganda.
Baca Juga: Bertemu Jokowi, CEO Apple Pertimbangkan Bangun Pabrik Iphone di Indonesia
“Kalau mereka tegas mengecam serangan Iran ke Israel yang akan menyebabkan eskalasi konflik di Timur Tengah, maka seharusnya mereka juga tegas menghentikan kebiadaban penjajah Israel atas Palestina dengan segala upaya dan biaya. Karena sekali lagi, Israel adalah biang kerok instabilitas Timur Tengah dan ancaman perdamaian dunia," ujar Jazuli.
Jazuli pun berharap pasca serangan Iran ke Israel agar Indonesia mengusulkan proposal ke PBB untuk bersikap tegas menghentikan penjajahan dan pembantaian Israel terhadap warga Palestina serta mewujudkan perdamaian permanen sampai terbentuknya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









