Roy Suryo Kritik Penanganan Serangan Siber Lambat: Sudah Habis-habisan Kita

AKURAT.CO Pakar telematika, Roy Suryo, menilai langkah yang telah diambil Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Badan Siber dan Sandi Negara (BBSN) untuk menangani kebocoran data Pusat Data Nasional (PDN) sudah terlambat.
Sebab, untuk menangani serangan siber dari hacker rentang waktu yang dibutuhkan maksimal hitungan jam.
Adapun dalam kasus tersanderannya data masyarakat dan negara di PDN sementara Surabaya oleh hacker pemerintah baru bertindak tiga hari setelah terjadi insiden kebocoran data PDN.
Setelahnya baru lah di hari ketujuh pemerintah baru membuat langkah-langkah mitigasi jangka pendek dan menengah.
Baca Juga: Soal Serangan ke PDN, Tom Lembong: Pemerintah Abai Kembangkan Sistem Keamanan Siber
"Padahal langkah-langkah itu juga sangat terlambat, hitungannya itu detik menit atau maksimal jam bukan minggu atau bulan," kata Roy Suryo dalam diskusi daring bertajuk 'Pusat Data Bocor, Siapa yang Teledor?' pada Sabtu (29/6/2024).
Mantan anggota DPR itu menyebut, jika dalam rapat di parlemen Senayan beberapa hari lalu kemenkominfo menyusun langkah mitigasi dengan waktu enam bulan. Maka, lanjut dia, data milik negara dan masyarakat sudah diobrak-abrik para hacker.
"Itu kemarin kasih solusi 6 bulan, sudah habis-habisan kita, apa mau masyarakat dibuat macet," ujarnya.
Diketahui, Pusat Data Nasional (PDN) Sementara di Surabaya menjadi sasaran serangan peretas dengan menggunakan Brain Cipher Ransomware yang merupakan pengembangan terbaru dari ransomware Lockbit 3.0.
Peretas pun menyandera data dalam Pusat Data Nasional sementara yang terletak di Surabaya, dan meminta tebusan USD8 juta atau setara Rp131 miliar untuk bisa dibebaskan.
BSSN pun mengakui bahwa hanya 2 persen data di PDNS Surabaya yang telah terbackup (rekam cadang) di PDN Batam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








