Fatayat NU Kecam Larangan Hijab di Olimpiade Paris 2024, Serukan Boikot Produk Prancis

AKURAT.CO Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mengecam keras langkah pemerintah Prancis yang melarang atlet Muslimah mengenakan hijab selama Olimpiade Paris 2024.
Kebijakan tersebut dianggap diskriminatif dan melanggar hak serta kebebasan fundamental umat Muslim.
"Kami mengecam sikap Prancis di Olimpiade Paris 2024 yang melarang atlet Muslimah mengenakan hijab. Sikap Islamofobia ini bukan pertama kali dilakukan pemerintah Prancis," ujar Kusnainik, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU DKI Jakarta.
Sebelumnya, Prancis juga melarang penggunaan abaya di sekolah-sekolah. Larangan ini mulai berlaku pada hari pertama masuk sekolah.
Aturan tersebut, yang berlaku sejak Maret 2004, melarang pemakaian simbol atau pakaian yang menunjukkan afiliasi agama. Fatayat NU menilai, larangan ini melanggar sejumlah kebebasan fundamental di Prancis.
Baca Juga: Pentingnya Mengurangi Screen Time pada Anak untuk Mencegah Mata Kering
Kusnainik menyatakan bahwa larangan hijab ini juga merupakan pelanggaran terhadap hak kebebasan beragama yang dijamin oleh hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
"Larangan mengenakan hijab saat Olimpiade tidak hanya diskriminatif, tetapi juga merupakan pelanggaran hak dan kebebasan fundamental sebagai Muslim," tegasnya.
Selain itu, Kusnainik menyoroti bahwa PBB dan Amnesty International juga mengecam keputusan pemerintah Prancis ini sebagai tindakan diskriminatif yang merampas hak dan kebebasan umat Muslim.
Fatayat NU juga mengecam kampanye LGBTQ dan tindakan pelecehan terhadap agama Kristen yang terjadi selama acara pembukaan Olimpiade Paris 2024.
Baca Juga: Pentingnya Mengurangi Screen Time pada Anak untuk Mencegah Mata Kering
"Tindakan tersebut tidak hanya mencederai nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap agama tetapi juga berpotensi merusak keharmonisan antarumat beragama di tingkat global. Kita tidak bisa membiarkan hal-hal seperti ini dinormalisasi," ujarnya.
Kusnainik menyerukan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menggaungkan kecaman terhadap Olimpiade Paris 2024 dan mendukung boikot produk Prancis.
"Mari kita gaungkan kecaman ini. Jika perlu, kita masifkan boikot produk Prancis," pungkasnya.
Sebagai informasi, seruan boikot produk Prancis sempat marak tiga tahun lalu imbas dari pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang menyebut Islam sebagai agama yang sedang mengalami krisis.
Selain itu, Majalah Charlie Hebdo yang mempublikasikan kembali karikatur Nabi Muhammad sebagai bagian dari materi pelajaran kebebasan berpendapat dan berekspresi didukung oleh Macron.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








