Pansus Angket Haji Sesalkan Sikap Tak Kooperatif Kemenag dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Kuota Haji

AKURAT.CO Anggota Pansus Angket Haji 2024 DPR RI, Wisnu Wijaya, menyesalkan sikap Kementerian Agama (Kemenag) yang dinilai tidak kooperatif selama proses penyelidikan dugaan kasus penyimpangan kuota haji tambahan.
Hal ini tercermin dari beberapa pejabat Kemenag yang mangkir dari panggilan DPR, dugaan pemberian keterangan dan/atau dokumen palsu oleh saksi terdahulu, serta adanya dugaan tekanan terhadap para saksi.
"Sikap tidak kooperatif Kemenag merupakan bentuk pelecehan terhadap niat baik DPR yang ingin menyelesaikan masalah dugaan penyimpangan kuota haji tambahan secara persuasif," ujar Wisnu dalam keterangan resmi, Sabtu (7/9/2024).
Baca Juga: Cupi Cupita Pacaran dengan Gofar Hilman, Senang Jadi Apa Adanya
Wisnu menambahkan, tindakan contempt of parliament (penghinaan terhadap parlemen) ini hanya akan memperkuat dorongan Pansus Haji DPR untuk melibatkan aparat penegak hukum dalam mengusut dugaan penyimpangan kuota haji tambahan tersebut.
Lebih lanjut, Wisnu mempertanyakan komitmen Kemenag dalam menghadirkan layanan haji yang adil, bermartabat, dan memanusiakan jemaah.
“Kami mengharapkan sikap yang lebih kooperatif dari Kementerian Agama demi tercapainya penyelesaian yang adil dan transparan terkait dugaan penyimpangan kuota haji tambahan ini. Sikap responsif dan integritas dari pihak-pihak yang terpanggil akan sangat dihargai,” ungkapnya.
Baca Juga: Dinar Candy Akui Hubungannya Mulai Goyah dengan Ko Apex
Politisi PKS tersebut juga menegaskan, Pansus Haji DPR akan mempertimbangkan melibatkan aparat penegak hukum jika Kemenag terus menunjukkan sikap tidak kooperatif dalam penyelidikan.
"Pansus Haji DPR membuka opsi untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum, seperti Polri atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Opsi ini semakin kuat setelah mempertimbangkan perkembangan investigasi yang telah dilakukan. Keterlibatan aparat penegak hukum diharapkan dapat memperjelas berbagai indikasi penyimpangan yang ditemukan," pungkas Wisnu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









