Akurat
Pemprov Sumsel

IDI Larang Dokter Promosi Produk Kesehatan di Medsos, Netizen: Kalo Dokter Kecantikan Gimana?

Rahmat Ghafur | 18 November 2024, 11:47 WIB
IDI Larang Dokter Promosi Produk Kesehatan di Medsos, Netizen: Kalo Dokter Kecantikan Gimana?

AKURAT.CO Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) melarang dokter untuk mempromosikan produk Kesehatan di medsos.

Ketua MKEK IDI, Djoko Widyarto mengatakan bahwa larangan dokter melakukan promosi produk Kesehatan di medsos ini berdasarkan kode etik yang berkalu.

Baca Juga: Nikita Mirzani Harap Saksi Dokter Bisa Bantu Penyidikan

Ia juga menjelaskan bahwa dokter hanya boleh terlibat dalam iklan layanan masyarakat saja.

“Ya, di dalam fatwa, ada dua fatwa MKEK 20 dan 29 itu sudah diatur bahwa dokter tidak boleh berpromosi. Kecuali iklan layanan masyarakat,” ujar Djoko dikutip pada Senin (18/11/2024).

Djoko menegaskan bahwa dokter yang ikut terlibat dalam promosi produk Kesehatan maka harus menanggalkan gelar dokternya.

“Kalau dia mau berpromosi, dia tidak boleh menggunakan gelar dokter. Harus ditanggalkan. Tidak boleh identitas dokter dipakai untuk promosi,” tuturnya.

Menurut Djoko, profesi dokter harus didasarkan pada bukti ilmiah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Segala sesuatu yang belum terbukti secara medis dapat menimbulkan risiko yang sangat besar," jelasnya.

"Hal tersebut bukanlah ranah IDI, melainkan menjadi tanggung jawab pemerintah dalam perannya sebagai pengawas," tambahnya.

Belakangan ini, semakin banyak dokter yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk kecantikan, sebuah fenomena yang dianggap dapat merusak citra dan integritas profesi medis.

“Jadi kalau ada dokter yang berpromosi itu dimasukkan sebagai pelanggaran. Jadi ini tolong dimuat itu. Penting karena sudah banyak di era IT sekarang ini dokter berpromosi,” jelas Wakil Sekretaris MKEK pusat Dr. Panudju Djojoprajitno.

Di sisi lain, netizen langsung menanggapi pernyataan yang disampaikan langsung oleh IDI melalui akun Instagram @lamber_turah. Mereka menyatakan bahwa peraturan ini baik dan harus ditegakkan.

"Menyala IDI," komentar akun @zaidshibghatallah.

"Nahhh. . . .iya loh betol. Masak iya skrg tu dokter dokter pada jualan skincare malah," jelas akun @din_choirud.

Namun, ada juga yang menyampaikan kritiknya karena menurut netizen IDI hanya memanfaatkan peluang untuk hal-hal yang menguntung, namun jika dikaitan dengan perundungan yang terjadi di dunia kedokteran IDI justru terlihat lepas tangan.

"Kalo dokter kecantikan gimanaaaa???? IDI muncul pass lg soal ginii doang yaa.. Pas kasus perundungan IDI ny bubarr," terang akun @cieque_md.

"Idi kalau soal kekuasaan dan kekayaan garcep ya giliran kasus dokter aja kek menghilang," sambung akun @mitarizatata.

"Ujung2 nya apa ya ?????????????, giliran gini IDI nya bersuara, terus masalah perundingan PPDS Anastesi kemarin kemana ya," lanjut akun @nurse.putrasoerya.

"IDI yang kalo begini muncul, kasus UNDIP kemarin diem diem bae," kata akun @mezraliats_.

Baca Juga: Viral Nadin Amizah Kecewa dengan Respons Dokter di Aplikasi Layanan Kesehatan, Tidak Profesional hingga Minta Follback!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D