Beri Kepastian Hukum Transisi Pemerintahan, Mendagri Setujui Usulan DPR untuk Revisi UU DKJ

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyetujui usul inisiatif DPR mengenai Revisi Undang-Undang (RUU) Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Tito pun menyampaikan tanggapan pemerintah, terhadap usulan DPR RI terkait penyesuaian RUU DKJ.
"Pemerintah memandang sisipan pasal yang diusulkan DPR RI perlu dan dibutuhkan untuk memberikan kepastian hukum terhadap transisi penyelenggaraan pemerintahan di Jakarta nantinya," kata Tito membacakan poin pertama tanggapan pemerintah, dalam rapat dengar pendapat bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2024).
Pemerintah juga memandang, perlu adanya penyesuaian pasal agar kewenangan khusus Jakarta segera dijalankan. Hal ini untuk mempersiapkan Jakarta, agar lebih siap menghadapi perubahan ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lain-lain yang terjadi apabila ibu kota dipindahkan ke IKN.
Baca Juga: DPR Bantah Ada Titipan Pemerintah dalam RUU DKJ
Kemudian dengan adanya perubahan Undang-Undang DKJ ini, diharapkan dapat memberikan penegasan kepastian hukum atas status Provinsi Jakarta sebagai ibu kota negara.
"Sepanjang belum ditetapkan Keputusan Presiden tentang perpindahan ibukota negara dari Jakarta ke IKN. Sekaligus nomenklatur DKJ setelah tidak menjadi DKI, jadi bukan menjadi ibu kota nanti jadi nomenklatir DKJ," jelasnya.
Tito menyebut, perubahan ini ditujukan untuk memberikan kepastian hukum, perubahan nomenklatur penyelenggaraan pemerintahan Jakarta.
"Kemudian pemerintah juga setuju atas usulan DPR RI untuk dapat diproses sebagaimana mestinya sesuai dengan mekanisme yang ada. Dan tentu kami juga berharap dari pemerintah, proses ini karena tak banyak pasal yang dibahas, dapat diselesaikan sesegera mungkin untuk kepastian," demikian Tito.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








