Pemerintah Bakal Bangun Klinik dan Apotek Desa Lewat Kopdes Merah Putih

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan, bersinergi dalam pembangunan dan pembentukan koperasi desa (kopdes) merah putih.
Nantinya, pemerintah melakukan pembinaan, pendampingan, dan fasilitasi termasuk penetapan kebijakan penyelenggaraan koperasi desa/kelurahan merah putih dalam pembentukan klinik dan apotek desa/kelurahan.
Menko Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan pembentukan klinik dan apotek desa/kelurahan merah putih ini sebagai bagian dari unit bisnis koperasi desa/kelurahan merah putih. Ini menjadi alah satu upaya untuk memperkuat perekonomian desa, dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Harus Sejahterakan Masyarakat, Bima Arya: Jangan Hanya Pengurus
"Sudah ada 30 ribuan Poskesdes tinggal diintegrasikan dengan Kopdes Merah Putih. Ada lagi 20 ribu Pustu (Puskesmas pembantu). Kalau digabung 50 ribu desa sudah punya (layanan kesehatan)," kata Zulhas, dikutip Sabtu (24/5/2025).
Sistem pelayanan di klinik desa akan menyediakan berbagai layanan kesehatan berbasis siklus hidup, seperti skrining dan edukasi kesehatan, vaksinasi/imunisasi, pengobatan terbatas serta laboratorium dengan tes cepat.
Dia mengatakan, upaya kesehatan yang dilakukan tidak terbatas pada layanan yang bersifat kuratif, namun juga promotif dan preventif. Melalui klinik desa ini, akan dilakukan juga kegiatan pemberdayaan di bidang kesehatan serta pelayanan pengembangan.
"Di satu sisi, apotek desa akan menjalankan pelayanan standar meliputi pengelolaan serta pelayanan klinis, dengan memberikan konsultasi ataupun pemberian obat terkait obat-obat program seperti HIV, TB, Malaria dan program lainnya," ucapnya.
Baca Juga: Menko Zulhas Dorong Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih di Kalteng
Selain itu, apotek desa dapat melakukan pengembangan layanan dengan memberikan pelayanan obat dan alat kesehatan komersial. Seperti pemberian obat dengan resep dokter, obat bebas dan bebas terbatas, obat herbal, vitamin dan suplemen kesehatan, serta alat kesehatan sederhana seperti termometer, kasa, dan plester.
Zulhas berharap, Klinik dan apotek desa/kelurahan ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, termasuk obat-obatan, konsultasi kesehatan, dan edukasi kesehatan khususnya di daerah yang sulit terjangkau.
"Diharapkan meningkatkan kualitas hidup, mengurangi beban biaya kesehatan, dan mendorong perekonomian lokal dengan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







