Minim SDM, KPAI Diingatkan Jangan Jadi Penonton Saat Anak-Anak Jadi Korban Kekerasan

AKURAT.CO Untuk meningkatkan efektivitas perlindungan anak di Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) didorong menggandeng lebih banyak pemangku kepentingan.
Kolaborasi dengan lembaga pemberdayaan perempuan, pemerintah daerah, hingga perwakilan negara asing dinilai krusial dalam menangani berbagai kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang terus meningkat.
Hal itu disampaikan Anggota DPR RI, Meity Rahmatia, menanggapi tren kekerasan terhadap anak yang semakin mengkhawatirkan.
Ia menilai KPAI perlu memperkuat kemitraan lintas sektor untuk menjangkau lebih banyak wilayah dan isu.
“KPAI perlu bersinergi dengan lembaga pemberdayaan perempuan, termasuk instansi pemerintah dan bahkan kedutaan besar. Contohnya dalam kasus pekerja anak di industri judi online di Kamboja. Ini bukan isu domestik semata,” kata Meity dalam keterangannya, Senin (2/6/2025).
Menurutnya, KPAI sudah memiliki semangat kerja yang tinggi dan program yang baik, namun belum didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memadai.
“Saya pribadi sangat mendukung program-program KPAI yang dipaparkan dalam RDP kemarin. Tapi jujur, saya menyayangkan jumlah SDM yang terbatas. Apalagi belum terlihat jangkauan maksimal hingga ke wilayah Indonesia Timur. Padahal dari dapil saya sendiri, ada lebih dari 2.500 pengaduan kekerasan pada anak sepanjang tahun,” ungkapnya.
Baca Juga: Lebih dari 1.000 Gagal Berangkat Haji, DPR Desak Negara Hadir Lindungi Jemaah Furoda
Meity yang juga dikenal sebagai legislator perempuan menilai, kehadiran KPAI menjadi harapan besar dalam memerangi kekerasan seksual terhadap anak yang semakin marak.
Data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat hingga April 2025 terdapat 5.949 kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk di antaranya anak-anak korban kekerasan seksual.
“Isu kekerasan terhadap perempuan dan anak ini sudah sangat genting. Jangan sampai efisiensi anggaran pemerintah justru melemahkan fungsi pengawasan KPAI. Harapan kami, keterbatasan anggaran dan SDM tidak menurunkan efektivitas kerja mereka,” pungkas Meity.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








