Akurat
Pemprov Sumsel

DPR Desak Penuntasan Teror Bom Saudia Airlines: Ancaman Serius bagi Keamanan Nasional

Ahada Ramadhana | 25 Juni 2025, 15:06 WIB
DPR Desak Penuntasan Teror Bom Saudia Airlines: Ancaman Serius bagi Keamanan Nasional

AKURAT.CO Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Ahmad Heryawan (Aher), menilai, ancaman bom terhadap dua penerbangan Saudia Airlines yang mengangkut jemaah haji Indonesia merupakan gangguan serius terhadap keamanan nasional dan sistem transportasi internasional.

“Terlepas dari apakah ancaman ini nyata atau hoaks, ini adalah bentuk gangguan serius terhadap keamanan nasional, stabilitas transportasi internasional, serta menciptakan ketakutan di tengah masyarakat,” ujar Aher, Rabu (25/6/2025).

Ia mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh, cepat, dan transparan.

Menurutnya, penanganan yang tuntas penting untuk menjaga kepercayaan publik dan reputasi negara.

“Saya mengapresiasi respons cepat TNI dan Polri. Namun, publik menanti hasil investigasi, karena ini menyangkut keselamatan penumpang dan kredibilitas sistem keamanan kita,” ucapnya.

Aher juga menyarankan sejumlah langkah mitigasi, salah satunya penguatan sistem intelijen di sektor transportasi dan penerbangan.

“Perlu ada integrasi data dan pengawasan siber untuk mendeteksi potensi ancaman sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga: MDLA Catat Kinerja Cemerlang 2024, Bagikan Dividen Tunai Rp137,4 Miliar

Ia menekankan pentingnya peningkatan koordinasi lintas lembaga, baik sipil maupun militer, serta kerja sama internasional untuk menelusuri pelaku jika berkaitan dengan jaringan lintas negara.

Jika ancaman terbukti hoaks, Aher menegaskan bahwa pelakunya harus diproses hukum secara tegas agar tidak menjadi preseden buruk.

“Kalau ternyata ini hoaks, publik juga harus diedukasi bahwa ancaman palsu terhadap penerbangan bukan keisengan, melainkan kejahatan serius,” tegasnya.

Ancaman pertama terjadi pada Selasa (17/6/2025), saat Saudia Airlines SV 5726 rute Jeddah–Jakarta mendapat ancaman bom melalui email. Pesawat tersebut mengangkut 442 jemaah haji kloter 12 JKS.

Lima hari berselang, Sabtu (21/6/2025), ancaman serupa kembali terjadi terhadap Saudia Airlines SV 5688 rute Jeddah–Muscat–Surabaya yang membawa 376 jemaah haji kloter 33 SOC.

Akibatnya, pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Aher menekankan pentingnya kejelasan dari pihak berwenang agar peristiwa serupa tidak mencoreng sistem penerbangan Indonesia, terutama dalam momen krusial seperti musim haji.

Baca Juga: 5 Game Offline Terbaik 2025 untuk Perempuan, Cocok Temani Waktu Santai!

“Jangan sampai hal ini menjadi preseden buruk bagi keamanan penerbangan nasional, apalagi menyangkut maskapai internasional seperti Saudia Airlines yang melayani jemaah haji dan umrah,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.