Akurat
Pemprov Sumsel

Lewat 'Isi Piringku', Pemerintah Pastikan Menu MBG Penuhi hingga 35 Persen Gizi Harian

Ahada Ramadhana | 5 Agustus 2025, 16:00 WIB
Lewat 'Isi Piringku', Pemerintah Pastikan Menu MBG Penuhi hingga 35 Persen Gizi Harian

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Budi Gunawan, menjelaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan respon negara terhadap tantangan malnutrisi yang terjadi di indonesia, yaitu kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. 

"Data tahun 2022 mencatat bahwa 32 persen anak Indonesia mengalami anemia, 41 persen tidak sarapan, dan 58 persen memiliki pola makan tidak sehat, terutama pada kelompok rentan di fase emas pertumbuhan," kata Budi yang dikutip, Selasa (5/8/2025).

Dia menerangkan, hingga akhir Juli 2025, sebanyak 7.374.135 penerima manfaat telah dijangkau melalui 2.375 dapur komunitas gizi (SPPG) aktif, menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil dan menyusui, serta santri di pesantren dan sekolah keagamaan.

Baca Juga: MBG Jadi Harapan Emiten Poultry Bangkit di Semester II-2025

Dalam program ini, Presiden Prabowo menargetkan program MBG dapat menjangkau 20 juta penerima manfaat sebelum 17 Agustus 2025, dan mencapai 82,9 juta penerima di akhir tahun.

Selain menyediakan makanan bergizi, program ini juga telah membuka lebih dari 100 ribu lapangan kerja baru, serta menggandeng UMKM, petani, nelayan, dan koperasi lokal dalam ekosistem pelaksanaannya.

"Program ini adalah strategi menyeluruh untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak dini," imbuhnya. 

Dia menekankan bahwa ketahanan gizi adalah fondasi ketahanan nasional. Sebab, dengan pemenuhan gizi anak-anak terpenuhi sehingga anak anak tumbuh sehat dan cerdas, maka masa depan bangsa akan lebih terjamin.

Dengan dapur Sentra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mampu melayani rata-rata 3.000 orang per hari, menu MBG disusun berdasarkan prinsip 'Isi Piringku' dan memenuhi 25–35 persen kebutuhan gizi harian. 

"Program ini tentunya diawasi langsung oleh Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, dan sistem digital nasional untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas," jelasnya.

Baca Juga: PCO: Kolaborasi Pusat, Daerah, dan Swasta Kunci Sukses Program MBG

Di samping manfaat gizi dan kesehatan, MBG turut memperkuat ketahanan ekonomi melalui pengurangan beban pengeluaran rumah tangga, penciptaan jutaan lapangan kerja, dan stabilisasi harga pangan lewat pembelian langsung dari produsen rakyat.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi bukti komitmen pemerintahan Presiden Prabowo, dalam membangun bangsa dari pondasi paling dasar, yaitu kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

"Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kelaparan atau gizi buruk," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.