Misbakhun: Stabilisasi Harga dan Reformasi Pajak Jadi Kunci Jawaban Keresahan Publik

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, memberikan tanggapan atas penggantian posisi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa.
Misbakhun menekankan bahwa Menteri Keuangan yang baru memiliki tugas berat untuk segera merespons dan menjawab keresahan publik yang mengemuka dalam aksi demonstrasi beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, agenda prioritas yang harus dijalankan oleh pimpinan baru di Kementerian Keuangan adalah merumuskan kebijakan yang secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Baca Juga: SK Kemenkum RI Sahkan Kepemimpinan Misbakhun, SOKSI Tegaskan Legalitas Sudah Final
Dia menilai bahwa tuntutan publik yang muncul belakangan ini merupakan cerminan dari kondisi ekonomi riil yang dihadapi masyarakat, terutama terkait beban biaya hidup dan keadilan dalam kebijakan fiskal.
"Kami menyambut kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan dan menaruh harapan besar. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengevaluasi dan merumuskan ulang kebijakan fiskal agar lebih peka terhadap dinamika sosial ekonomi di masyarakat," ujar Misbakhun, di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Dia pun kembali menekankan bahwa usul penurunan tarif PPN dari 11 persen menjadi 10 persen, seperti yang pernah disampaikan sebelumnya, memang dapat memberi sedikit ruang bagi konsumsi masyarakat tetapi kebijakan itu sebenarnya belum cukup.
Baca Juga: Misbakhun: Kenaikan HET Beras Harus Lindungi Petani dan Konsumen Sekaligus
Karena itu, Misbakhun merekomendasikan lima langkah alternatif yang dinilainya lebih tepat sasaran untuk menjawab keresahan publik.
Pertama, pentingnya memperkuat subsidi pangan dan energi secara tepat sasaran. Misbakhun menilai bahwa subsidi selama ini sering bocor dan tidak sepenuhnya dinikmati kelompok miskin.
"Subsidi harus jatuh ke tangan yang berhak. Kalau harga beras, minyak goreng, listrik dan LPG bisa dijaga tetap terjangkau, rakyat kecil akan langsung merasakan manfaatnya," ujarnya.
Baca Juga: Misbakhun: Hilirisasi dan Industrialisasi Jadi Kunci Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Kedua, perlunya memperluas program padat karya serta memberi insentif kepada UMKM. Penciptaan lapangan kerja baru jauh lebih mendesak daripada sekadar memberi keringanan pajak.
"UMKM adalah urat nadi ekonomi rakyat. Kalau mereka diberi insentif, tidak hanya daya beli yang terjaga tapi juga akan tercipta lapangan kerja baru," jelas Misbakhun.
Ketiga, pemerintah harus fokus pada stabilisasi harga pangan dengan memperkuat cadangan nasional dan distribusi logistik.
Baca Juga: Misbakhun: Pembukaan Blokir Rekening Oleh PPATK Gratis, Tidak Ada Biaya Sepeser Pun
Menurut Misbakhun, lonjakan harga beras yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir harus segera dikendalikan. Operasi pasar dan subsidi ongkos angkut dari daerah surplus ke daerah defisit merupakan langkah yang tidak bisa ditunda.
Rekomendasi keempat adalah penguatan jaring pengaman sosial. Misbakhun mendorong agar Bantuan Langsung Tunai (BLT) fleksibel kembali diaktifkan karena terbukti efektif saat pandemi Covid-19.
"BLT yang cepat dan tepat sasaran bisa meredam keresahan sosial. Jangan sampai rakyat menunggu terlalu lama untuk merasakan bantuan," katanya.
Baca Juga: Misbakhun: Pertukaran Data dengan AS Wajar Sepanjang untuk Transparansi Perdagangan
Terakhir, Misbakhun menekankan perlunya reformasi fiskal progresif agar ruang APBN tetap sehat tanpa membebani rakyat kecil. Dia menilai kelompok kaya dan sektor sumber daya alam besar harus berkontribusi lebih besar.
"Dalam situasi ekonomi yang penuh tekanan, prioritas fiskal negara adalah melindungi konsumsi rakyat kecil. Kontribusi lebih besar semestinya datang dari sektor berkapasitas tinggi, bukan dari wong cilik," jelasnya.
Sebagai Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun menegaskan pihaknya akan terus mendukung dan mengawal program-program strategis pemerintah di sektor perekonomian. Agar kebijakan fiskal dan moneter yang diambil pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat kecil.
"Masyarakat menunggu kepastian keberpihakan negara. Jika daya beli tetap terjaga, keresahan sosial bisa diredam dan ekonomi pun stabil. Itulah makna dari pesan Bapak Presiden, ben wong cilik iso gemuyu," demikian Misbakhun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






