Akurat
Pemprov Sumsel

Jadi Masalah Serius di Papua Barat, Kemenkes Pastikan Stok Obat Kusta Aman

Ahada Ramadhana | 17 September 2025, 17:47 WIB
Jadi Masalah Serius di Papua Barat, Kemenkes Pastikan Stok Obat Kusta Aman

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan obat kusta di Papua Barat dalam kondisi aman, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Diketahui, kusta merupakan program prioritas di Papua Barat. 

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan Kemenkes akan terus memastikan ketersediaan obat tetap aman, sambil memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah

"Dari hasil koordinasi tersebut telah dipastikan bahwa stok obat kusta di Papua Barat aman. Hingga saat ini ketersediaan obat masih cukup," ujar Aji Selasa dalam keterangannya, dikutip Rabu (17/9/2025).

Baca Juga: Peringatan Hari Penyakit Tropis Terabaikan 2025: NLR Indonesia Gelar Media Gathering Menuju Indonesia Bebas Kusta

Kusta merupakan penyakit menular akibat kuman Mycobacterium leprae yang menyerang kulit, saraf tepi, dan organ tubuh lain.

Diagnosis ditegakkan bila ditemukan salah satu dari tiga tanda utama: bercak keputihan atau kemerahan yang mati rasa, penebalan saraf tepi disertai gangguan fungsi, atau hasil BTA positif dari kerokan jaringan kulit.

Pada 2024, tercatat 14.698 kasus baru kusta di Indonesia, lebih dari 90 persen di antaranya merupakan tipe Multi Basiler (MB) yang lebih menular. Dari jumlah tersebut, 1.420 kasus (9,7 persen) adalah anak-anak dan 869 kasus (5,9 persen) disertai disabilitas.

Sementara itu, hingga 31 Agustus 2025, tercatat sebanyak 5.474 kasus baru, dengan 489 (8,9 persen) di antaranya merupakan kasus anak dan 287 kasus (5,2 persen) dengan disabilitas.

Khusus di Papua Barat, hingga September 2025 terdapat 422 kasus terdaftar, dengan 254 kasus baru. Dari jumlah itu, 62 kasus adalah anak-anak dan 7 kasus disertai disabilitas. Kabupaten Manokwari menjadi daerah dengan beban tertinggi, melaporkan 364 kasus terdaftar dan 242 kasus baru.

"Penyakit ini dapat disembuhkan dengan pengobatan Multidrug Therapy (MDT) yang tersedia gratis di Puskesmas. Pencegahan dilakukan melalui penemuan dini, pengobatan tepat, serta pemberian obat pencegahan bagi kontak erat penderita," jelasnya.

Baca Juga: 1 Juta Penduduk Indonesia Masih Kena Penyakit Tropis, dari Kusta hingga Kaki Gajah

Untuk menjamin ketersediaan obat, Kemenkes menyalurkan ribuan blister MDT ke Papua Barat. Pada April 2025, dikirimkan 6.000 MDT MB Dewasa dan 666 MDT MB Anak.

Sejalan dengan kebijakan Uniform MDT (U-MDT), regimen pengobatan untuk tipe MB dan Pausi Basiler (PB) kini sama, yaitu Rifampisin, Dapson, dan Klofazimin, dengan perbedaan pada lama pengobatan: 12 paket untuk MB dan 6 paket untuk PB.

Per September 2025, stok masih mencukupi, yakni 3.006 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak di Papua Barat. Sementara di Kabupaten Manokwari tersedia 690 MDT MB Dewasa dan 48 MDT MB Anak.

Meski demikian, Kemenkes mengakui masih ada tantangan dalam penanggulangan kusta. Kapasitas petugas, dokter, dan analis laboratorium masih terbatas, rotasi tenaga kesehatan cukup sering, serta belum adanya dukungan anggaran untuk pemeriksaan skin smear.

Untuk itu upaya perbaikan terus dilakukan, antara lain memasukkan program kusta ke dalam RPJMD Provinsi Papua Barat 2025–2029, pemanfaatan APBD Otsus untuk penyediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas akibat kusta, pelatihan dokter rujukan, penyelenggaraan workshop analis laboratorium rujukan, dan sosialisasi kemoprofilaksis selama periode tahun 2023–2025.

"Sebagai tindak lanjut, Kemenkes meminta laporan rutin dari provinsi mengenai kasus dan kebutuhan MDT setiap bulan. Dinkes Provinsi bersama Dinkes Kabupaten Manokwari juga diminta menelusuri dan memverifikasi laporan adanya kekosongan obat di puskesmas," tegasnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.