Akurat
Pemprov Sumsel

DPR Minta Pemerintah Perkuat Sistem Kesehatan Nasional di Tengah Lonjakan Kasus Influenza A

Paskalis Rubedanto | 19 Oktober 2025, 12:19 WIB
DPR Minta Pemerintah Perkuat Sistem Kesehatan Nasional di Tengah Lonjakan Kasus Influenza A

AKURAT.CO Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti lonjakan kasus Influenza A yang tengah terjadi di Indonesia.

Ia menilai peningkatan kasus ini bukan hanya menjadi sinyal meningkatnya risiko kesehatan masyarakat, tetapi juga peringatan serius bagi pemerintah untuk segera memperkuat sistem kesehatan nasional secara menyeluruh.

“Lonjakan kasus Influenza A ini menunjukkan bahwa kita tidak boleh lengah. Jika tidak ditangani dengan serius, kondisi ini bisa membebani fasilitas kesehatan dan mengancam keselamatan masyarakat secara luas,” ujar Puan, Minggu (19/10/2025).

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan potensi lonjakan kasus influenza A subtipe H3N2, yang kini mulai mendominasi di kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui sistem FluNet, sebagian besar kasus influenza di Indonesia berkaitan dengan varian H3N2.

Meski belum dirinci wilayah dengan kasus tertinggi, tren peningkatan juga terlihat di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Di Thailand sendiri tercatat lebih dari 700 ribu kasus dengan 61 kematian akibat influenza A sejak awal tahun hingga 8 Oktober 2025.

Puan menilai kondisi ini harus direspons dengan langkah cepat, strategis, dan terintegrasi.

Baca Juga: Setelah Livin’ Fest Usai, PIK2 Jadi Surga Baru untuk Jalan-Jalan dan Healing

“Penguatan sistem kewaspadaan dini di seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, menjadi keharusan. Deteksi dan respons cepat perlu dipastikan agar penanganan dilakukan secara efektif dan tepat sasaran,” tegasnya.

Selain penguatan sistem kesehatan, Puan juga menekankan pentingnya edukasi publik terkait pencegahan.

“Masyarakat harus terus diingatkan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, seperti memakai masker di tempat ramai, menjaga sirkulasi udara, serta melakukan vaksinasi influenza bila vaksin sudah tersedia,” jelasnya.

Menurut sejumlah studi klinis, influenza A menjadi penyebab dominan pasien dewasa dirawat karena ISPA dengan rata-rata masa rawat 9–10 hari, lebih lama dibanding infeksi virus lain.

Kondisi ini disebabkan komplikasi seperti pneumonia sekunder dan gejala berat yang berkepanjangan.

Karena itu, Puan mendorong pemerintah memastikan ketersediaan obat-obatan dan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah padat penduduk dan daerah dengan kelompok rentan.

“Anak kecil dan lansia merupakan kelompok paling rentan terhadap infeksi berat akibat influenza A. Maka sistem kesehatan nasional harus diperkuat agar masyarakat bisa memperoleh layanan cepat dan tepat,” ujarnya.

Cucu Bung Karno itu juga mendorong pemerintah memperkuat vaksinasi flu untuk kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit bawaan.

Selain langkah medis, Puan menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk mengatasi faktor risiko lingkungan seperti polusi udara dan kepadatan hunian yang mempermudah penyebaran virus.

“Peningkatan kasus Influenza A ini menjadi pengingat penting bahwa kita harus terus berinvestasi dalam ketahanan sistem kesehatan nasional,” tutup Puan.

“Sistem kesehatan kita harus siap menghadapi penyakit musiman seperti influenza yang sering dianggap ringan, tapi sebenarnya bisa berdampak serius jika diabaikan.”

Baca Juga: Disuruh Lapor Kasus Whoosh, Mahfud MD Balas KPK: Penegak Hukum Harusnya Langsung Menyelidiki, Bukan Minta Laporan!

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.