Akurat
Pemprov Sumsel

Penetapan Soeharto Jadi Pahlawan Tuai Perdebatan, Ketua MPR: Tunggu Keputusan Presiden

Paskalis Rubedanto | 24 Oktober 2025, 22:12 WIB
Penetapan Soeharto Jadi Pahlawan Tuai Perdebatan, Ketua MPR: Tunggu Keputusan Presiden

AKURAT.CO Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, meminta semua pihak menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto terkait nama-nama tokoh yang akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini, termasuk Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Dia menyebut, Presiden Prabowo pasti memiliki pertimbangan matang dalam menentukan siapa yang layak mendapatkan penghargaan tersebut.

"Kita tunggu keputusan presiden siapa saja yang akan ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo untuk tahun ini dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional," ujar Muzani kepada wartawan, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga: Politisi PDIP Tolak Soeharto Jadi Pahlawan Nasional: Yang Layak itu Gus Dur dan Marsinah

Menurutnya, keputusan pemberian gelar pahlawan nasional tidak dilakukan secara sembarangan. Presiden pasti memperhitungkan kontribusi, masa bakti, serta pengabdian seseorang kepada bangsa dan negara.

"Presiden memiliki pertimbangan dan pandangan yang matang sesuai dengan peran dan masa baktinya pada saat yang bersangkutan memberi pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," katanya.

Menanggapi perdebatan publik mengenai masuknya nama Soeharto dalam daftar calon penerima gelar pahlawan nasional, Muzani menilai hal tersebut sudah pernah melalui proses di lembaga negara.

"Kalau dari sisi MPR, pada periode lalu yang bersangkutan sudah dinyatakan clear, dalam arti sudah menjalankan proses seperti yang ditetapkan dalam TAP MPR. Sehingga harusnya itu tidak menimbulkan problem lagi," jelasnya.

Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk menghormati proses penilaian yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan Presiden. "Kita tunggu saja bagaimana keputusan presiden untuk memberi gelar pahlawan nasional kepada tokoh yang dipilih," tutup politisi Gerindra itu.

Baca Juga: Golkar Tegas Tak Akan Mundur Perjuangkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan berkas 40 nama yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional ke Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan tanda Kehormatan (GTK) Fadli Zon di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).

Beberapa nama yang tercantum dalam berkas tersebut dan dinilai telah memenuhi syarat adalah Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Marsinah yang merupakan tokoh buruh dan aktivis perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur.

"Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir ini. Jadi ada yang mungkin sudah memenuhi syarat sejak 5 tahun lalu, 6 tahun lalu, 7 tahun lalu. Dan ada beberapa nama yang memang kita bahas dan kita putuskan pada tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid dan juga ada Marsinah serta ada beberapa tokoh-tokoh yang lain," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, kepada wartawan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.