Pemerintah Harus Bangun Sistem Early Warning Cegah Kasus Penipuan Online Pekerja Migran

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi kasus penipuan online yang dialami 110 warga negara Indonesia (WNI). Di mana para WNI tersebut akhirnya menjadi korban kerja paksa di Kamboja.
Untuk itu, dia mendesak pemerintah membangun sistem early warning lintas lembaga, untuk mencegah kasus penipuan daring (online scam) yang menimpa pekerja migran Indonesia di luar negeri.
"Pemerintah perlu membangun mekanisme deteksi dini di titik keberangkatan agar tidak ada lagi warga yang berangkat tanpa perlindungan negara," kata Puan, Kamis (30/10/2025).
Dia menjelaskan, sistem peringatan dini itu harus melibatkan Ditjen Imigrasi, aparat bandara, dan maskapai penerbangan untuk memantau perjalanan mencurigakan ke negara-negara berisiko tinggi, seperti Kamboja, Myanmar, dan Laos, yang diketahui menjadi pusat aktivitas online scam dan kerja paksa.
Baca Juga: Polisi Vietnam Bongkar Sindikat Penipuan Online di Kamboja, 59 Warga Ditangkap
Menurutnya, langkah ini menjadi penting karena masih banyak warga yang berangkat ke luar negeri tanpa melalui mekanisme resmi. "Negara harus hadir memastikan setiap warga mendapatkan akses pekerjaan yang manusiawi dan terlindungi, di mana pun mereka bekerja," katanya.
Puan juga mendorong pemerintah memperkuat koordinasi antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kementerian Luar Negeri, dan instansi terkait untuk memperketat proses pra-keberangkatan, termasuk dalam pemberian informasi dan pelatihan bagi calon pekerja migran.
Selain itu, DPR akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap upaya penegakan hukum bagi jaringan perekrut ilegal yang kerap menjebak warga bekerja di luar negeri tanpa perlindungan.
"Negara tidak boleh kalah dari sindikat yang memanfaatkan kesulitan ekonomi rakyat," pungkas Puan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







