Puan Soal Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan: Harus Dicermati Rekam Jejaknya dari Masa Lalu

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, angkat bicara terkait usulan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menjadikan Presiden ke-2 RI, Soeharto, menjadi pahlawan nasional. Menurutnya, pemerintah harus terlebih dahulu mencermati rekam jejak masa lalu Soeharto atau nama lain yang diusulkan menjadi pahlawan.
"Iya, pemberian gelar pahlawan kita hormati prosesnya, namun karena ini penting, ya harus dicermati rekam jejaknya dari dari masa lalu sampai sekarang," ujarnya dalam konferensi pers, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Ketua DPP PDIP itu juga menyebut, kajian mengenai urgensi Soeharto menjadi pahlawan juga harus dilaksanakan dengan cermat.
Baca Juga: NasDem Dukung Gelar Pahlawan untuk Soeharto: Setiap Presiden Punya Jasa bagi Bangsa
"Karena juga penting, bagaimana kemudian apakah hal tersebut memang sudah waktunya dan sudah perlu diberikan, dan lain-lain sebagainya. Namun, ya hal itu tentu saja tentu harus dikaji dengan baik dan cermat," pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyerahkan berkas 40 nama yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan (Menbud) sekaligus Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan tanda Kehormatan (GTK), Fadli Zon di Kantor Kemenbud, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: Penetapan Soeharto Jadi Pahlawan Tuai Perdebatan, Ketua MPR: Tunggu Keputusan Presiden
Beberapa nama yang tercantum dalam berkas tersebut dan dinilai telah memenuhi syarat adalah Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta Marsinah yang merupakan tokoh buruh dan aktivis perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur.
"Usulan ini berupa nama-nama yang telah dibahas selama beberapa tahun terakhir ini. Jadi ada yang mungkin sudah memenuhi syarat sejak 5 tahun lalu, 6 tahun lalu, 7 tahun lalu. Dan ada beberapa nama yang memang kita bahas dan kita putuskan pada tahun ini. Di antaranya Presiden Soeharto, Presiden Abdurrahman Wahid dan juga ada Marsinah serta ada beberapa tokoh-tokoh yang lain," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, kepada wartawan.
Usulan ini kemudian menimbulkan kontroversi, mengingat beberapa pihak merasa kerusuhan 1998 dan lain sebagainya adalah sejarah kelam yang perlu diingat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








