Rundown Rapat Pleno Syuriyah PBNU, Termasuk Penetapan Pj Ketum PBNU

AKURAT.CO Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merilis susunan acara lengkap Rapat Pleno yang digelar pada 9–10 Desember 2025.
Forum ini menjadi perhatian luas karena salah satu agenda utamanya adalah penetapan Pejabat Ketua Umum (Pj Ketum) PBNU, setelah dinamika internal yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (9/12/2025), berikut rundown resmi Rapat Pleno Syuriyah PBNU:
Selasa, 9 Desember 2025
14.00–17.00 WIB: Registrasi dan check-in peserta
17.00–18.30 WIB: Shalat dan makan malam
18.30–19.00 WIB: Persiapan Rapat Pleno
19.00–19.30 WIB: Pembukaan dan taujihat Rais Aam KH Miftachul Akhyar
19.30–23.00 WIB: Penyampaian arahan, pertimbangan, dan nasihat dari jajaran Mustasyar PBNU
Rabu, 10 Desember 2025
06.00–07.00 WIB: Sarapan pagi
07.00–08.30 WIB: Pembacaan hasil keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU
08.30–10.00 WIB: Pembacaan keputusan Rapat Pleno PBNU
10.00–11.00 WIB: Penutupan
Baca Juga: Prihatin dengan Konflik PBNU, Gus Nadir: Marwah NU Ada di Tangan Rais Aam
Panitia mengingatkan bahwa seluruh agenda dapat berubah sesuai kebutuhan situasi dan dinamika sidang.
Agenda pleno ini menegaskan dua pokok bahasan penting, yaitu penyampaian hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU dan penetapan Pejabat Ketua Umum PBNU.
Isu penetapan Pj Ketum menguat setelah dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah disebut adanya pertimbangan serius terkait pelaksanaan program kaderisasi AKN NU serta tata kelola organisasi.
Rapat Harian Syuriyah sebelumnya memutuskan bahwa KH Yahya Cholil Staquf diminta mengundurkan diri dalam tiga hari atau diberhentikan dari jabatan Ketua Umum jika keputusan itu tidak dipenuhi.
Peserta pleno terdiri dari jajaran lengkap Mustasyar, Syuriyah, A’wan, Pengurus Harian Tanfidziyah, para ketua lembaga PBNU, serta ketua umum badan otonom tingkat pusat.
Dalam surat undangan, peserta diwajibkan hadir paling lambat 9 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, dan kehadiran ketua lembaga serta ketua umum badan otonom dinyatakan tidak dapat diwakilkan.
Sebelumnya, Rais Syuriyah PBNU merilis surat tabayun bernomor 4778/PB.02/A.I.01.47/99/11/2025 untuk meluruskan informasi terkait Risalah Rapat Harian Syuriyah yang beredar.
Baca Juga: Hari Ini Syuriyah PBNU Gelar Rapat Pleno, Tentukan Pj Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya
Surat itu menegaskan bahwa dokumen risalah yang ditandatangani manual oleh Rais Aam adalah sah dan mengikat seluruh Pengurus Harian Syuriyah sesuai peraturan organisasi.
Rapat Pleno PBNU pada 9–10 Desember ini diperkirakan menjadi salah satu forum internal paling strategis dalam beberapa tahun terakhir. Publik, khususnya warga nahdliyin, menantikan arah keputusan Syuriyah serta konsolidasi struktural PBNU menyikapi perkembangan situasi organisasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








