Menekraf Bidik Braga dan Cihapit Jadi Lokomotif Produk Lokal Bersaing di Pasar Dunia

AKURAT.CO Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, memanfaatkan momentum libur natal dan tahun baru (Nataru) untuk meninjau titik-titik krusial ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Dalam kunjungannya ke kawasan Braga dan Pasar Cihapit, dia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal agar mampu bersaing di kancah internasional.
Pada kawasan legendaris Braga, Menekraf menyambangi dua titik ikonik: Braga Grey Art dan Tahilalats Store. Di sana, dia berdialog langsung dengan para pelaku kreatif lintas subsektor untuk menyerap aspirasi terkait penguatan ekosistem.
Baca Juga: DPR Dukung Kebijakan BGN Gunakan Produk Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis
Dia menyatakan, pihaknya hadir sebagai akselerator dan enabler melalui kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, hingga lembaga keuangan.
"Strateginya jelas: local hero kita dorong naik ke tingkat nasional, dan yang sudah kuat di tingkat nasional kita dorong ke pasar global," ucapnya dikutip, Minggu (4/1/2026).
Dia juga menyoroti kesuksesan Tahilalats Store, sebagai contoh nyata bagaimana IP digital dapat bertransformasi menjadi ruang fisik yang sukses secara komersial dan memperluas interaksi dengan konsumen. Seperti halnya Pasar Cihapit, yang kini bertransformasi menjadi pusat distribusi produk kreatif
Menurutnya, pasar bukan sekadar tempat jual beli, melainkan titik strategis dalam rantai nilai ekonomi kreatif. Beberapa jenama lokal yang menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut, antara lain di pasar kuliner terdapat batagor Kahuripan, Toko Kopi Pasar Cihapit, dan Cerita Manis.
Baca Juga: Pasar Senen Bakal Dibranding Ulang Jadi Pusat Produk Lokal
Sedangkan di sektor fesyen dan gaya hidhp seperti Damakara dan Grammars (ritel produk kurasi kreatif). "Kehadiran berbagai subsektor dalam satu kawasan pasar dinilai mampu memperkuat ekosistem sekaligus meningkatkan daya tarik wisata kota," ucapnya.
Menurutnya, kunjungan ini merupakan bagian dari optimalisasi pasar ekraf sebagai pilar dalam asta ekraf. Menekraf optimistis bahwa penguatan ekonomi dari level daerah, akan menjadi fondasi kokoh bagi ekonomi nasional.
"Melalui pasar ekonomi kreatif, produk lokal semakin dikenal dan dibeli masyarakat. Dari daerah inilah ekonomi kreatif akan tumbuh menjadi the new engine of growth," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








