Kembangkan Talenta Sejak Dini, Wacana Pembangunan Lapangan Bola di Sekolah Harus Dilanjutkan

AKURAT.CO Komisi X DPR RI mengungkap adanya pembahasan serius terkait pembangunan fondasi sepak bola nasional, menyusul pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan legenda sepak bola dunia, Zinedine Zidane.
Pertemuan itu disebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam pembinaan sepak bola Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyampaikan informasi mengenai pertemuan Presiden Prabowo dengan Zinedine Zidane yang beredar di media perlu didalami lebih lanjut, termasuk melalui koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta PSSI.
Baca Juga: Diskusi dengan Zinedine Zidane, Prabowo Ingin Sekolah di Indonesia Punya Lapangan Sepak Bola
"Yang beredar di media, bahwa kemarin Pak Presiden Prabowo bertemu dengan legenda sepak bola, Zinedine Zidane. Nah tentu kami ingin memperdalam ke Menpora, sekaligus beliau ketemu PSSI, hasil dari pertemuan itu apa?" ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Dari pembicaraan yang berkembang, Presiden Prabowo memiliki gagasan untuk membangun lapangan sepak bola di sekolah-sekolah baru yang akan dibangun pemerintah. Gagasan itu disebut sebagai salah satu hasil penting dari pertemuan dengan Zidane.
"Tetapi tadi sempat ngobrol bahwa Presiden ingin membangun lapangan sepak bola di sekolah-sekolah baru yang akan dibangun. Itu hasilnya pertemuan dengan Zinedine Zidane, artinya apa?" katanya.
Presiden menyadari bahwa pembinaan sepak bola nasional tidak bisa dilakukan secara instan. Pengalaman sebelumnya, termasuk melalui kebijakan naturalisasi, dinilai belum memberikan hasil maksimal bagi prestasi sepak bola Indonesia.
"Bahwa Presiden menginginkan bahwa dalam pembinaan sepak bola nasional itu tidak bisa secara instan. Kita kemarin sudah mencoba melalui naturalisasi dan sebagainya, ternyata instan itu tidak membuahkan hasil," ucap Lalu.
Baca Juga: Meksiko: Serangan Bersenjata Tewaskan 11 Orang di Lapangan Sepak Bola
Karena itu, Presiden disebut ingin menyiapkan fondasi kuat sejak usia dini melalui jalur pendidikan formal, sebagai bagian dari pelaksanaan peta jalan sepak bola nasional menuju Piala Dunia 2030.
Ke depan, setiap sekolah baru yang dibangun pemerintah direncanakan wajib memiliki lapangan sepak bola sebagai sarana pembinaan olahraga. "Jadi nanti di sekolah-sekolah baru yang akan dibangun, itu nanti harus ada lapangan sepak bola di situ," ujarnya.
Terkait pendanaan program tersebut, Komisi X DPR RI meyakini Presiden telah memperhitungkan aspek anggaran secara matang. Sejumlah program pendidikan nasional yang saat ini berjalan, dinilai dapat menjadi penopang kebijakan tersebut.
"Ya tentu Presiden sudah memperhitungkan semua, saya dan teman-teman di Komisi X meyakini anggarannya sudah siap," katanya.
Pemerintah saat ini tengah meluncurkan berbagai program pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, seperti Sekolah Garuda, Sekolah Terintegrasi, hingga Sekolah Rakyat, yang ke depan diharapkan terintegrasi dengan pembinaan olahraga.
"Apalagi hari ini program-program pendidikan yang diluncurkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah seperti Sekolah Garuda, Sekolah Terintegrasi, Sekolah Rakyat bahkan. Nah insyaallah ke depan juga di masing-masing sekolah yang akan dibangun termasuk Sekolah Garuda dan Sekolah Terintegrasi itu mewajibkan lapangan sepak bola ada di sekolah-sekolah tersebut," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








